20 October, 2014

Warga Minta Segera Tertibkan HGU PT SIR

MEULABOH-Sedikitnya 17 perwakilan masyarakat korban Hak Guna Usaha (HGU) PT SIR, Senin 4 Februari 2013 sekira pukul 13.00 Wib sampai pukul 16.00 Wib, mendatangi Komisi C DPRK Aceh Barat dan mendesak wakil rakyat segera menertibkan HGU perusahaan tersebut.

pertemuan warga dengan DPRK Aceh Barat membahas keberadaan HGU PT.SIR yang dituding memngganggu masyarakat

pertemuan warga dengan DPRK Aceh Barat membahas keberadaan HGU PT.SIR yang dituding memngganggu masyarakat

Pertemuan berlansung diruang Ketua DPRK Aceh Barat, para perwakilan masyarakat korban Hak guna usaha (HGU) mendesak Badan Pertanahan Nasional Provinsi Aceh untuk segera turun Kekabupaten Aceh Barat, melakukan penertiban perkebunan karet perusahaan sari inti rakyat (PT.SIR) yang terindikasi terlantar.
Kedatangan warga disambut Ketua DPRK Aceh Barat, Ishak Yusuf, Wakil Ketua DPRK, herman Abdullah, S.E, anggota DPRK, Hendri Fhaisal, Rizwa.MA, Sekwan, Mulyadi dan Sekda Aceh Barat, Drs. Bukari, MM. Pertemuan itu dipimpin Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Herman Abdullah, S.E.
H. Nurdin, salah seorang perwakilan masyarakat, mendesak pihak dewan setempat dan eksekutif untuk segera menghadirkan panitia C, lantaran, telah berjanji sebelumnya. Namun, hingga kini hanya sebatas janji dan tak kunjung-kunjung terbukti.
“Sekarang belum ada realisasinya, masyarakat ada batas kesabaran jangan sampai batas kesabaran masyarakat habis,” ungkap H. Nurdin.
Selain H. Nurdin, salah seorang tokoh masyarakat Kaway XVI, Jafaruddin, mengharapkan ada ketegasan dari pihak kakanwil BPN Aceh, Bupati Aceh Barat dan DPRK Aceh Barat, untuk menyelesaikan permasalahan yang telah timbul puluhan tahun.
“Belum ada titik kejelasannya penyelesaiannya, dan ini kita harapkan komitmen bapak bapak,” katanya mengharapkan.
Usai pertemuan antara warga dengan legeslatif dan eksekutif, akhirnya mereka menyarankan Kepala Pemerintah Aceh Barat (Bupati), agar dapat menyurati Kakanwil BPN Aceh dan DPRK setempat merekomendasikan surat bupati tersebut, lalu mengantar lansung kekantor BPN Aceh. (sumber: www.bongkarnews.com)