03 September, 2014

Aceh Timur Targetkan Swasembada Kedelai

 Idi, AP | Kabupaten Aceh Timur menargetkan pada tahun mendatang menjadi daerah pemasok kacang kedelai Nasional.  Tahun 2013 ini, para petani sudah mulai melakukan penanaman kacang kedelai seluas 5000 hektar di lahan tadah hujan yang tersebar di 24 Kecamatan dalam wilayah Aceh Timur.

Demikian antara lain pernyataan yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Timur, Ir. H. Anas Johan, melalui Kepala Bidang Produksi Padi dan Palawija Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Timur Syawaluddin, SP, MP usai melakukan penanaman perdana kacang kedelai di areal seluas 25 hektar terletak di Gampong Blang Bate, Kecamatan Peureulak. “Sementara untuk 5000 hektar lahan tersebut kini dikelola oleh 271 kelompok tani di seluruh Aceh Timur,” ujarnya, Kamis (20/6).

Dikatakan Syawaluddin, berbagai upaya dilakukan dalam pencapaian hasil produksi lebih baik. Menurutnya, secara teknis lahan serta benih sudah mendukung dan pengelolaannya dilakukan melalui program terpadu sehingga nantinya berbagai kendala dapat diawasi bersama.

“Hasil produksi kacang kedelai ini nantinya akan ditampung oleh perusahaan yang akan memenangkan lelang untuk dijadikan benih guna mendukung program Pengembangan Areal Tanam Baru (PATB),” ungkapnya seraya menyebutkan, program PATB tersebut merupakan tindak lanjut dari launching gerakan tanam kedelai nasional yang di pusatkan di Kecamatan Peunaron, Aceh Timur oleh Menteri Pertanian beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, program penanaman kacang kedelai tersebut didanai APBN tahun 2013 melalui kegiatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang diperkirakan pada Agustus mendatang sudah memasuki masa panen. Karenanya, pihaknya berharap kepada seluruh kelompok tani agar dapat mengelolanya dengan sebaik mungkin sehingga mampu meningkatkan perekenomian para anggota kelompok itu sendiri.

Sementara itu, Sekjen LSM Aliansi Peduli Aceh (LSM APA) Maulidan ZA, S.Pd, M.Pd  kepada atjehpress.com menyatakan dukungannya atas upaya yang dilakukan dinas terkait menjadikan Aceh Timur sebagai lumbung palawija. Namun Maulidan berpesan agar upaya tersebut butuh pengawasan maksimal dan terpadu.  “Harus diawasi agar target yang ingin dicapai tidak nihil.,” pungkasnya. (Fai)