ATJEH PRESS

ATJEH PRESS

PDA

300 Ha Tanaman Padi Inpari 42 Gsr di Aceh Besar Siap Panen

300 Ha Tanaman Padi Inpari 42 Gsr di Aceh Besar Siap Panen

ACEH BESAR | AP – Seluas 300 Ha hamparan padi Inpari 42 Agritan Gsr siap dipanen, diawali dengan panen di lahan demplot Research Extension Linkages (REL) seluas 1 Ha milik petani kooperator Muhibullah, Desa Mon Cut Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Selasa  (16/1/2018).

Kasie Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Nona Evymaulina mengatakan, kegiatan REL tersebut merupakan program dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh bekerja sama dengan BPTP Aceh sejak musim tanam (MT) gadu lalu, dilanjutkan MT Rendeng yang dipanen pada Januari 2018.

“Untuk menjaga lahan demplot aman dari serangan hama burung, para petani harus memasang dan menutup tanaman padi dengan jaring,” kata Nona Evymaulina juga sebagai koordinator kegiatan REL.

Dia menyebutkan, kegiatan tersebut akan terus dilanjutkan di kecamatan lain yang masih membutuhkan dukungan inovasi usaha tani dan diintroduksikan pada kegiatan REL ini, antara lain, penggunaan benih varietas Inpari 42 Agritan GSR, menanam sistem Jajar Legowo Super dengan penggunaan pupuk NPK, Urea dan pupuk organik (300, 250, 2000 kg/ha) serta pupuk hayati.

Padi Inpari 42 Agritan Gsr, berasal dari seleksi Huangxinzhan/Fenghuazhan, yang tahan terhadap hama wereng batang coklat biotipe 1, namun, agak rentan terhadap biotipe 2 dan 3, dengan umur tanaman ±112 hari. Padi jenis ini dianjurkan ditanam pada lahan zawah ketinggian 0-600 m, dengan hasil panen rata 7,11 ton/ha.

Hasil ubinan menunjukkan rata-rata produktivitas mencapai 7,83 ton/ ha, sementara kondisi eksistingnya 5 – 6 ton GKP/ha, sehingga terdapat peningkatan produksi sebesar  0,83 – 1,83 ton/ ha.  Sementara harga jual GKP berkisar Rp 4.300 – 5.300/ kg.

Menurut peneliti BPTP, Ismail, S.P, MSi mengatakan, penggunaan varietas Inpari 42 Agritan GSR bertujuan untuk mengganti varietas Ciherang dan Inpari 4 dan 30, yang dinilai petani produktivitasnya kurang memuaskan.

Sementara itu, Kepala Balai Penelitian Teknologi Pertanian ( BPTP) Provinsi Aceh, Ir. Basri A Bakar MSi mengatakan, bahwa BPTP Aceh siap melakukan pendampingan teknologi untuk  petani di seluruh Aceh.

“Tahun ini susah dicanangkan Menteri Pertanian sebagai tahun benih, artinya Badan Litbang Pertanian melalui BPTP diminta untuk  menyiapkan benih unggul dengan membina penangkar dan pihak-pihak lain dalam upaya mendongkrak produktivitas padi minimal 1 ton/ ha,” kata Basri.

Acara panen dan temu lapang tersebut, dihadiri Kabid Pertanian Distan Aceh Besar, peneliti dan penyuluh BPTP, Koordinator BPP Lhoknga, Koordinator Mantan, ketua kelompok tani dan anggota kelompok tani Bahagia. [Said Saiful]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses