Aceh Hebat, Kelompok Perempuan Harus Terlibat

Banda Aceh – Aceh hebat merupakan kata yang luar biasa dan penuh makna. Kita berharap akan melahirkan masyarakat hang hebat, masyarakat yang sejahtera, masyarakat yang cerdas dan masyarakat yang bersih. Tentunya untuk mewujudkan hal ini perlu dilibatkan semua elemen termasuk dari kalangan hawa.

Hal ini disampaikan oleh Nur Siti SH MH saat mengisi diskusi yang dilaksanakan oleh Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh di aula 3 in 1 Coffe Banda Aceh, Jum’at (28/07/2017).

Di depan puluhan ibu-ibu yang berhadir, Nur Siti memaparkan, masyarakat Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi-Nova diharapkan lebih sejahtera, Indikatornya yaitu angka kemiskinan harus turun, pengangguran harus berkurang, dan daya beli masyarakat meningkat.

“Selain itu, Aceh hebat hendaknya mewujudkan masyarakat yang cerdas. Hal ini dapat dilihat dengan berkurangnya jumlah masyarakat yang putus sekolah, meningkatnya jumlah masyarakat yang melanjutkan ke perguruan tinggi, dan meningkatnya indeks pendidikan masyarakat,” lanjut Siti.

Juga tak kalah penting, tamh Siti, bagaimana pemerintah Aceh hebat mewujudkan masyarakat Aceh yang Sehat, pribadi nya harus sehat dan lingkungan nya juga harus sehat.

“Jika Aceh Hebat maka tingkat keamanan harus meningkat, dan berkurang nya tingkat saling curiga dimasyarakat,”tuturnya.

Ia juga berharap di bawah kepemimpinan Irwandi-Nova pelayanan publik terus membaik.

” Aparatur nya bersih dari kkn. Jika rekruitmen nya saja tidak bersih bagaimana dengan hal lain. Pemimpin baru Aceh diharapkan dapat menempatkan pejabat yang baik dan tepat.

“Kami yakin, apa yang kita sampaikan sudah tertuang di dalam visi misi Aceh Hebat, tinggal lagi kita harus sama-sama mengawal terlaksananya visi misi tersebut,” tegasnya.

Yang tak kalah penting, menurut Siti, bagaimana organisasi-organisasi perempuan ini diberi peran dan ruang partisipasi.

“Salah satu peran yang bisa kita lakukan yakni mengawasi kebijakan dan kinerja pemerintah, melakukan kerja-kerja pengorganisiran massa dan pendampingan, pemberdayaan, Pendampingan advokasi kasus-kasus yang berkaitan dengan perempuan dan anak,” beber Siti.

Diskusi hang berlangsung sekitar dua jam ini menghadirkan sejumlah organisasi perempuan dan mengangkat topik peran kelompok perempuan dalam pembangunan Aceh. Terlihat sejumlah peserta begitu antusias dalam mengikuti diskusi.

Sebelum diskusi dimulai, kepala badan kesbangpol Aceh melalui Kabid ketahanan ekonomi sosial budaya dan ormas Kahar Muzakkir dalam pengantar yang disampaikan oleh kasubbid ormas Mus Mulyadi MM mengatakan, Kesbangpol melihat dalam rangka pembangunan bangsa, Ormas atau kelompok perempuan merupakan elemen yang sangat strategis dimintakan kontribusinya.

“Nah, kontribusi, ide dan gagasan tersebut akan kita gali melalui forum-forum seperti ini,” ujarnya.[r]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *