ATJEH PRESS

ATJEH PRESS

Aceh Siap Layarkan 10 Ribu Ton Beras Untuk Palestina

Aceh Siap Layarkan 10 Ribu Ton Beras Untuk Palestina
ACT Gelar konferensi pers di Rumoh Aceh, Banda Aceh, Senin (29/01/2018).

BANDA ACEH | AP – Bertajuk Kapal Kemanusiaan untuk Palestina, Kapal dengan ukuran panjang 110,7 m dan luas 19.200 m2, akan membawa 10.000 ton beras, Kapal kemanusiaan ini berlayar sejauh 10.695 km dari Indonesia menuju Palestina yang akan dimulai pada 21 Februari 2018 mendatang, bertolak dari Terminal Petikemas Surabaya, Pelabuhan Tanjung Perak.

Kepala Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Husaini Ismail mengatakan, sejak awal Januari 2018, ribuan ton beras sudah dipanen, perjalanan panjang untuk mengrimkan beras menuju Palestina sudah dimulai.

“Kalau satu langkah sudah bergulir, pantang untuk urung menuntaskan perjalanan, ini tentang perjalanan kemanusiaan, bukti bahwa bangsa Indonesia bukan hanya besar secara kuantitas, namun juga semangat berbagi kepada saudara di Bumi Al-Aqsa,” kata Husaini dalam konferensi pers di Rumoh Aceh, Banda Aceh, Senin (29/01/2018).

Husaini menyebutkan, bencana yang terjadi di Palestina menjadi isu kemanusiaan yang terus bertahan selama lebih dari tiga dekade dan merupakan bencana kemanusiaan terbesar dan terlama abad ini. Dunia, seolah membisu, di tengah riuhnya gaung kebebasan hak asasi manusia (HAM).

“Israel dengan terang-terangan mengekang kebebasan warga Palestina dengan menjadikan jalur gaza sebagai penjara terbesar dunia,” ujarnya.

Ditambahkannya, tembok setinggi delapan meter telah merampas kebebasan warga palestina untuk berinteraksi dengan dunia luar maupun sebaliknya. Blokade Israel atas Gaza berlangsung selama 11 tahun tahun telah melumpuhkan hampir seluruh sendi kehidupan kota Gaza.

“Akses menuju dan keluar Gaza ditutup rapat-rapat, isolasi masif tersebut sepenuhnya menutup mobilisasi warga Gaza untuk mengakses kesehatan, pendidikan, serta berniaga,” tambahnya.

Pada Desember 2016 lalu, kata Husaini, salah satu anggota parlemen Palestina, Jamal Alkhoudary mengungkapkan, 80% dari sekitar 2 juta penduduk Gaza hidup di bawah garis kemiskinan.

“Di sisi lain, 60% pemuda terpaksa menganggur karena minimnya lahan pekerjaan, kebutuhan pokok kian tak terjangkau,” ungkapnya.

Menurut Biro Pusat Statistik Palestina, 80% warga Gaza pra-sejahtera tersebut tak punya pilihan lain selain bergantung pada bantuan kemanusiaan. PBB dengan gamblang bahkan mengatakan, jika kondisi ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan Gaza akan lumpuh total pada 2020,” tambahnya.

“Melihat kondisi sedemikian rupa, Indonesia tidak tinggal diam, sejak tahun 2009, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mewakili bangsa indonesia sudah hadir membersamai warga Palestina dengan berbagai aksi dan program,” imbuhnya

Berbagai program berkelanjutan ACT, hasil kolaborasi dengan berbagai mitra, hingga saat ini, program tersebut masih terus berjalan, diantaranya, mobile Water Tank dan Waterwell (sumur air) yang dibangun di Jabalia Utara, kemudian pemberian generator listrik beserta bahan bakar solar dalam beberapa tahap untuk pemukiman, klinik kesehatan, dan sekolah,

“Alhamdulillah, ACT juga telah mengembalikan penghidupan masyarakat Gaza melalui pembuatan peternakan ayam dan pembuatan kapal nelayan,” pungkasnya.

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses