Aceh Tengah Kembali Enam Hari Kerja

TAKENGON – Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM kembali memberlakukan enam hari kerja seperti sebelumnya yang diganti Pj Bupati Mohd Tanwier. Keputusan itu mulai diberlakukan pada Senin, 7 Januari 2013, sehingga para PNS yang sempat merasakan lima hari kerja sampai Jumat, kini diperpanjang sampai Sabtu.

Berdasarkan catatan , penerapan lima hari kerja baru berjalan sekitar enam bulan atau semasa Kabupaten Aceh Tengah dipimpin Pj Bupati Mohd Tanwier. “Perubahan kembali ke enam hari kerja, karena selama diberlakukan lima hari kerja, tidak ada fasilitas pendukung,” kata Wakil Bupati Aceh Tengah, Drs Khairul Asmara, usai rapat dengan para kepala SKPK di Oproom Setdakab, Kamis (3/1).

Disebutkan, fasilitas yang dimaksud yakni makan siang, sehingga seluruh PNS dapat pulang kembali ke rumah saat jam istirahat. Alasan lain, sebutnya, untuk lebih mengoptimalkan seluruh pekerjaan karena masa kerja lebih panjang, menjadi enam hari dalam sepekan, bukan lima hari dalam sepekan.

“Dengan adanya penambahan hari kerja ini, pelayanan kepada masyarakat akan lebih optimal,” sebutnya. Dia mengungkapkan, biaya makan siang untuk seluruh pegawai jika lima hari kerja diberlakukan, maka akan menyedot anggaran sekitar Rp 6 miliar per tahun, padahal dapat digunakan untuk pembangunan.

“Anggaran daerah kita sangat terbatas, sedangkan kebutuhan untuk pembangunan terus meningkat dan kami terus berusaha, anggaran untuk tahun ini lebih pro rakyat,” katanya. Sedangkan dalam rapat bersama seluruh SKPK, dia meminta kedisplinan pegawai terus ditingkatkan, termasuk penerapan enam hari kerja ini.

“Penerapan kembali enam hari kerja sudah melalui berbagai pertimbangan dan kajian-kajian,” jelas Wakil Bupati Aceh Tengah ini. Sedangkan lima hari kerja yang baru berjalan selama enam bulan, diberlakukan semasa Kabupaten Aceh Tengah dijabat Pj Bupati, Ir Mohd Tanwier MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *