ATJEH PRESS

ATJEH PRESS

banner 728x90

Akademisi: Untuk RI 1, Selain Prabowo-SBY dan Jokowi Cs, Ada Juga Yuddy Chrisnandi

Akademisi: Untuk RI 1, Selain Prabowo-SBY dan Jokowi Cs, Ada Juga Yuddy Chrisnandi

Banda Aceh|AP–Tokoh Muda Aceh yang kini menjadi Akademisi di Jakarta, Iswadi, M.Pd mengatakan pertemuan politik antara Ketua Umum Partai Demokrat dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang berlangsung Kamis (27/7/2017) di Cikeas, Bogor Mengundang berbagai spekulasi.

Ada yang menganggap pertemuan SBY-Prabowo pasca disahkannya Undang-Undang tentang Pemilu oleh DPR memperjelas adanya dua kutub besar menjaleng Pemilu 2019, yaitu kutub Prabowo yang didukung SBY dan kutub Joko Widodo dan partai-partai pendukungnya.
Namun, Mantan Dekan III FKIP Universitas Serambi Mekkah Aceh justru berpandangan lain. Menurut Iswadi, ada figur lain yang berpotensi menjadi “kuda hitam” di Pemilu 2019 yaitu mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) yang memiliki prestasi terkait pembenahan birokrasi dan pelaksanaan (tes) CPNS yang lebih transparan, promosi jabatan secara terbuka serta tren akuntabilitas kinerja yang sangat meningkat

Pelaksanaan tes CPNS yang dimaksudnya transparan yakni menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dalam tes kompetensi dasar yang sudah dilaksanakan sejak 2014. Selain itu, Soal transparansi itu, Ketua Relawan Jokowi-Jk provinsi Aceh tersebut mencontohkan kejadian putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu yang gagal lulus seleksi calon PNS. Tidak ada KKN saat YCH menjabat sebagai MENPAN RB sekalipun untuk seorang putri Presiden.
Dua tahun Yuddy menjabat, menurut Iswadi promosi jabatan juga dilakukan lebih terbuka untuk jabatan pimpinan tinggi pratama, madya dan utama yakni eselon I dan II untuk seluruh kementerian, lembaga pemerintah dan pemerintah daerah.

Mahasiswa Program Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta tersebut menilai, keberadaan Yuddy dalam perpolitikan nasional saat ini tidak bisa diabaikan. Yuddy, lanjut Iswadi, punya peran besar dalam ikut menyelesaikan persoalan-persoalan berat bangsa ini. Yang terakhir langkah besar yang dilakukan Pak Yuddy adalah ikut menghemat anggaran saat menjabat menpan RB. Prof YCH bukan hanya bicara tetapi juga melakukan tindakan nyata melakukan edukasi kepada rakyat tentang cara berdemokrasi yang benar.

YCH bisa saja berpasangan dengan Yusril yang saat ini tengah mengajukan judicial review atas Undang-Undang Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan itu dilakukan Yusril Undang-Undang Pemilu dinilai inkonstutsional karena “mematok” presidential threshold 20%. Padahal, dalam putusannya pada 2014 lalu, MK menyatakan Pemilu 2019 dilaksanakan secara serentak. “Kalau gugatan ini dimenangkan oleh MK, Pak YCH dan Yusril bisa menjadi kuda hitam meskipun merupakan alternative untuk bangsa ini. Bisa saja YCH berpasangan dengan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo atau bisa saja YCH berpasangan dengan Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anis Baswedan. Itu tergantung perkembangan kondisi politik nasional. Apalagi belakangan nama YCH selalu menjadi perbincangan publik sebagai salah satu bakal calon presiden 2019. “Dari kemampuan intelektual, integritas moral dan pengalaman menyelesaikan persoalan beliau sudah teruji, ” ujar Iswadi kepada wartawan, Senin (31/7/2017).

Mengenai kutub Jokowi dan kutub SBY-Prabowo, Iswadi melihatnya sebagai sebuah kekuatan yang belum pasti. Dalam analisis Iswadi, belum tentu SBY dan Prabowo bersatu menjadi sebuah kekuatan dalam Pemilu 2019.

Begitu juga dengan Jokowi karena dukungan riilnya belum di tangan. Meskipun saat ini sejumlah partai politik pendukung pemerintah sudah menyatakan tekadnya untuk mendukung Jokowi di Pemilu 2019, tidak tertutup kemungkinan petanya akan berubah. Sebab, bukan tidak mungkin PDIP sebagai partai pendukung utama Jokowi ingin mencalonkan Puan Maharani sebagai kadernya sendiri. “Memangnya PDIP tidak punya ekspektasi kekuasaan yang tinggi,”. Demikian Iswadi (Nil)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses