AMKI, Terobosan Besar Koperasi Indonesia

Rapat AMKI dg Menkop
Rapat AMKI dg Menkop

Jakarta | AP – Dalam praktek perkoperasian, pada umumnya koperasi-koperasi di Indonesia lebih terfokus untuk dapat berkembang secara mandiri namun mengesampingkan nilai-nilai kerjasama antar koperasi. Dalam rangka mewujudkan pengamalan prinsip-prinsip koperasi dalam hal ini prinsip ke 7 yaitu kerjasama antar koperasi.

Asosiasi Manager Koperasi Indonesia (AMKI) bertindak cepat. Salah satu rekomendasi penting bagi dunia tata kelola manajemen koperasi adalah membuat koperasi di Indonesia apapun jenisnya bisa berjejaring dalam satu kerjasama besar. Kerjasama besar koperasi harus dimulai agar tercipta tatanan manajemen yang berstandar pada seluruh koperasi di Indonesia.

AMKI sebagai lembaga yang merasa bertanggung jawab dalam perbaikan tata kelola koperasi di Indonesia memiliki sumber daya baik dari sisi IT dan SDM  untuk mewujudkan terjadi kerjasama besar dunia koperasi di Indonesia. Secara prinsip dengan jaringan koperasi online nasional ini seluruh koperasi yang telah menggunakan IT yang disupport oleh AMKI akan mendapatkan manfaat yang besar bagi benefit anggota. Asosiasi manajer koperasi Indonesia (AMKI) melakukan terobosan pembaharuan lewat program Jaringan Online Koperasi Nasional (JOKN).

Sularto sebagai ketua AMKI dalam pertemuannya dengan Menteri Koperasi dan UKM RI di Gedung kementerian Koperasi Dan UKM RI jalan Rasuna Said Kuningan Jaksel Rabu 22 Juli 2016 menyatakan “Sudah saatnya Koperasi kita memasuki era baru, dalam hal ini koperasi yang ada di ujung barat, tengah maupun, ujung timur bisa ditarik dalam satu jaringan terintegrasi yang disebut dengan jaringan online koperasi nasional. Sebagai contoh, berlakunya Program Jaringan Online Koperasi Nasional (JOKN) ini akan membawa koperasi seperti dunia perbankan. Anggota koperasi yang menyimpan uangnya di Merauke akan bisa mengambil uangnya di Jakarta yang sudah tergabung dalam satu tatanan baru yang disebut dengan Jaringan Online Koperasi Nasional (JOKN).

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM RI sangat antusias bahkan mendorong agar dapat dilaksanakan secepatnya gagasan dari AMKI ini. Menkop Puspayoga yang didampingi oleh deputi Bidang Kepengawasan Meliadi Semibiring serta sekretaris deputi Pembiayaan Syafrial S, dalam tanggapannya menyampaikan “ secara prinsip kita sepakat dan sangat mendukung dengan adanya program JOKN ini, praktek yang ada dalam JOKN ini merupakan praktek yang sudah serupa dengan praktek yang ada di perbankan ini. Kami berharap dengan berjalannya program JOKN ini citra koperasi di Indonesia akan terangkat dengan sendirinya melalui jaringan yang terintegrasi kerjasama antar koperasi dan kita akan sejajar bahkan bisa lebih dari dunia perbankan tersebut. Koperasi akan semakin berperan nyata dalam meningkatkan perekonomian Indonesia jikalau semua koperasi yang ada saling menyatu dan terintegrasi dalam wadah kerjasama.

Program JOKN yang digagas oleh AMKI ini akan sangat membantu pemerintah terkait dengan kegiatan kepengawasan perkoperasian. Melalui IT system yang ada JOKN, secara tidak langsung akan tercatat dan terpetakan mana koperasi yang sehat, koperasi cukup sehat, koperasi dalam kepengawasan dan koperasi dalam pembinaan.

Puspayoga menambahkan sangat mendorong agar program ini sesegera mungkin dapat dilaksanakan dan sebagai Pilot Project akan diterapkan di Provinsi Jawa Timur.

Dalam kesempatan ini, turut hadir Sri Untari aktivis Koperasi perempuan dari Malang sekaligus anggota DPRD Prov Jatim. Sri Untari menyampaikan, bahwasanya gagasan ide pokok lewat program JOKN ini selayaknya disambut terbuka oleh pemerintah selaku pemangku kepentingan dalam hal ini sebagai legulator. Kita melihat dengan terintegrasinya koperasi-koperasi di Indonesia ini dalam satu jaringan, maka fungsi koperasi ini berpotensi akan lebih baik dari lembaga-lembaga keuangan lainnya termasuk dalam hal ini perbankan, kita berkomitmen untuk wilayah Jawa Timur dengan ditunjuknya sebagai Pilot Project, kita akan berperan aktif untuk mensukseskan terlaksananya program JOKN ini, sambung Sri Untari.

AMKI berharap semua koperasi primer dan sekunder di Indonesia bersatu padu mewujudkan terciptanya Koperasi Jaringan Online Nasional ini dan koperasi diharapkan akan semakin membumi. Membuminya koperasi akan membuka pintu bagi terciptanya sumbangan besar koperasi terhadap perekonomian Indonesia.

Tujuan dari pemberlakukan Jaringan Koperasi Online Nasional ini juga diarahkan pada terpetakannya secara nyata potensi keaggotaan koperasi di Indonesia. Hingga bulan Juni ini uji coba telah  dilakukan di 25 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. (ES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *