Annisa “Bayi Merpati” Itu Akhirnya Meninggal

AnnisaMAKASSAR, AP — Annisa Laila Juwita Sari Merpati, bayi yang dilahirkan di penerbangan Merpati Nusantara dari Timika ke Ujung Pandang, meninggal dunia pada Senin (8/1/2013) pukul 22.00 WITA.

Putri keempat pasangan Harmani (33) dan Rudi Hamjah (35) itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Ibu dan Anak Catherine Booth, Makassar. Kini jenazahnya sudah dimakamkan di kampung halaman orangtuanya di Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan.

Annisa dilahirkan dengan bobot 1,7 kilogram pada Minggu (7/1/2013) pukul 18.40 WIT, atau 15 menit setelah pesawat Boeing 737-400 bernomor penerbangan MZ-845 itu lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua.

Persalinan Annisa dibantu empat kru Merpati, masing-masing Annisa Abdullah, Musyarofatul Laila, Sherly Juwita, dan Rahmasari; serta flight operation officer Teguh Mardianto dan seorang mahasiswi D-3 Keperawatan.

Harmani mengaku tidak menyangka bakal melahirkan putri ketiganya di ketinggian 32.000 kaki.

Saat hendak bertolak dari Timika ke Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu petang, dia tidak merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Usia kandungannya pun baru tujuh bulan. Dia juga telah mendapat surat dokter untuk naik pesawat.

“Perut saya tiba-tiba mual sekali. Saya segera minta bantuan kru pesawat karena tak kuat lagi menahan sakit,” katanya kepada Kompas.

Dia bersyukur kru Merpati sangat sigap dan tanpa panik membantu persalinan yang dipimpin kru paling senior, Sherly Juwita.

Dengan peristiwa yang dialami istrinya, Rudi akhirnya menerima usulan nama dari jajaran kru Merpati. “Mereka memberikan nama Annisa Laila Juwita Sari Merpati. Nama itu gabungan dari empat nama pramugari yang membantu persalinan istri saya,” kata Rudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *