DEMA FISIP UIN Ar-Raniry : Elit Aceh Jangan Saling Buka Aib

Banda Aceh (ADC) – Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Hafijal menyebutkan bahwa, Gubernur dan DPR Aceh jangan saling berbalas pantun dengan membuka aib dan saling mempermalukan satu sama lain di media, yang menyebabkan masyarakat aceh dibuat bingung.
Hal itu disampaikan dalam merespon tanggapan Gubernur Aceh,  Irwandi Yusuf  dalam wawancara eksklusif dengan serambi OnTV, tentang issu yang diangkat oleh pihak DPR Aceh dalam paripurna istimewa dengan agenda mendengarkan jawaban Gubernur Aceh terhadap Hak Interplasi DPRA beberapa waktu lalu.
“Tidak etis rasanya melihat Gubernur dan DPRA yang sama-sama dipilih oleh rakyat dan menjadi harapan rakyat, menghabiskan energi dalam hal-hal yang tidak penting, sehingga tidak sejalan dalam mensejahterakan rakyat berdasarkan fungsinya masing-masing, mereka sibuk mengurusi dan mengumbar aib satu sama lain,” kata Hafijal, Senin (02/07/2018).
Ditambahkan Sekretaris umum DEMA FISIP UIN Ar-Raniry Ilham Maulidis Sabri, pihaknya menilai, apa yang dipertontonkan oleh Gubernur dan DPRA akan semakin membuat masyarakat aceh hilang kepercayaan terhadap Eksekutif dan Legislatif
“Selayaknya, etika kepemimpinan dijunjung tinggi oleh para elit pimpinan pemerintahan Aceh,” ujar Sabri, sapaan akrab Ilham Maulidis Sabri.
Sehingga, pihaknya mengharapkan gubernur dan DPRA supaya menjadi suri tauladan kepada generasi muda dan mahasiswa, agar lebih bijak dalam menyikapi segala sesuatu permasalahan dan lebih fokus dalam menjawab persoalan-persoalan mendadasar.
“Banyak persoalan rakyat Aceh yang harus diselesaikan segera, seperti kemiskinan, pengangguran, narkoba yang menjerat generasi muda, peningkatan infrastruktur di daerah yang tertinggal, persoalan listrik yang menjadi masalah klasik setiap tahunnya, dan persoalan harga padi juga sawit yang tidak stabil dan sering turun ketika menjelang panen raya,” harap Ketua Kajian Aksi Dan Advokasi DEMA Fisip UIN Ar-Raniry, Hery Artanoga.
Hery Artanoga melanjutkan,  pasca Konflik dan Tsunami, masyarakat Aceh mengharapkan kondisi Aceh yang damai, aman,  nyaman serta perilaku elit politiknya yang santun, beretika, bersinergi dan tidak saling berkisruh
“Sehingga masyarakat Aceh tenang dalam beribadah dan bekerja,” tutupnya. [Q/R].

Redaksi Press

"Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur sulit diperbaiki," (MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *