Iswanda Surya N : Perkembangan IPTEK Merubah Tuntutan Masyarakat Terhadap Krisis Kepemimpinan

PIDIE | AP – Seorang politisi muda, Iswanda Surya N menilai, dinamika kepemimpinan saat ini, tak ubahnya adalah suatu ladang yang luas untuk meraih keberhasilan sesaat, tanpa memperhatikan faktor-faktor teknis dan kondisi dimasa yang akan datang, seharusnya, pemimpin akan mengetahui tentang bagaimana suatu bangsa untuk mencapai tujuan, tapi bagaimana dengan kondisi yang ada saat ini?.

“Menjadi pemimpin tidak mudah, lebih sulit lagi menjadi pemimpin yang baik, sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari, kalau mereka tidak layak menjadi seorang pemimpin,” kata Iswanda yang saat ini sebagai sekretaris IMAGABS (Ikatan Masyarakat Glumpang Tiga/Baro dan Sekitarnya), Selasa (30/1/18).

Menurut aktivis muda yang pernah menjadi atlit Nasional ini,  perkembangan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan Teknologi) dan globalisasi, menyebabkan bangsa seakan mengikuti perubahan, tuntutan masyarakat juga banyak berubah sejalan dengan perubahan zaman. Hal ini akan menyebabkan timbulnya tuntunan masyarakat dengan kondisi kepemimpinan di Indonesia.

“Pemimpin dan masyarakat harus mampu menghadapi ini agar tercipta titik temu antar keduanya,” ujar mantan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Serambi Mekkah ini.

Dia menyebutkan, krisis kepemimpinan yang terjadi saat ini telah membumi di Indonesia dan menjadi problematika tersendiri. Perbedaan pandangan dan tanggapan membuat orientasi pemimimpin sebagai aktor dan sutradara dalam pencapain cita-cita bangsa menjadi bercabang dan tidak punya arah yang jelas. Peran pemimpin memang sangatlah utama dalam setiap kebijakan yang akan dikembangkan untuk menuju suatu cita-cita bangsa.

“Di sini pemimpin haruslah mampu melihat celah dimana cita-cita bagsa tersebut dapat diarahkan ke orbitnya dan dimana posisinya. Pemimpin harus belajar, harus membaca, harus mempunyai pengetahuan mutakhir dan pemahamannya mengenai berbagai soal yang menyangkut kepentingan orang-orang yang dipimpin,” imbuh pengurus Gerakan Muda Kreatif Aceh ini.

Selain itu, kata Iswanda, pemimpin juga harus memiliki kredibilitas dan integritas dapat bertahan, serta melanjutkan misi kepemimpinannya. Kalau tidak, pemimpin itu hanya akan menjadi suatu karikatur yang akan menjadi cermin atau bahan tertawaan dalam kurun sejarah kelak dikemudian hari.

Menurut Iswanda, melihat perkembangan politik kedepan, khususnya di kabupaten Pidie, untuk 20 sampai 25 tahun kedepan akan mengalami krisis pemimpin nomor 1, baik legislatif maupun eksekutif. Dirinya berharap akan ada pemuda pemudi yang mampu menopang dan mampu menghadapi tantangan masa yang akan datang, karena baik buruknya suatu negara, kabupaten sampai desa dilihat kualitas pemuda nya.

“Generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negara, maka generasi muda harus memiliki karakter yang kuat, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global,” tutup ISN.

Redaksi Press

"Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur sulit diperbaiki," (MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *