Jamil Ansari Terpilih Jadi Ketua PB Aceh Gantikan Nasaruddin

Banda Aceh | AP – Dr. Ir. H. Jamil Ansari, SH., MM terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPW Partai Berkarya (PB) Provinsi Aceh, menggantikan  Ir. Nasaruddin, MM yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu. Pemilihan tersebut digelar dalam Rapat Pimpinan Wilayah I Partai Berkarya Provinsi Aceh, di Hotel Kuala Radja, Banda Aceh, Kamis (21/06/2018).

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Berkarya, Nurchalis, SP. M.Si., yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) DPW Partai Berkarya Aceh mengatakan, dengan track record ketua terpilih (Jamil Ansari-red) yang pernah menjabat sebagai Staf Ahli Kemendes, Deputi Perumahan Rakyat, Kanwil BPN Aceh, diharapkan mampu mengait DPD Partai Berkarya se-Aceh.

“Beliau sebagai Putra Aceh yang sangat luar biasa di level Nasional, beliau sangat serius hari ini, tentunya dengan keseriusannya diharapkan mampu mengait DPD menjadi kekuatan tersendiri dan menjadi kemenangan di Partai Berkarya khsusnya di Aceh ke depan,” kata Nurchalis.

Dia menambahkan, yang menjadi tanggung jawab ketua terpilih ke depan yakni, melakukan konsolidasi dan membuat strategi untuk mencapai taget kemenangan Partai Berkarya.

“Tanpa kemenangan Partai Berkarya tidak bisa tercapai cita-cita ‘Berkarya Menang Rakyat Makmur, beliau (Jamil Ansari-red) usai terpilih besok langsung gas full, kalau orang gigi satu, beliau uda gigi empat,” tambahnya.

Terkait mundurnya Nasaruddin dari ketua DPW Partai Berkarya Aceh beberapa waktu lalu, Nurchalis mengatakan pihaknya menghargai keputusan Nasaruddin yang merupakan privasi, namun, di sisi lain pihaknya merasakan kehilangan seorang tokoh.

“Kami para DPP, DPW dan DPD sangat merasa kehilangan, tentunya kami kehilangan seorang tokoh yang kami anggap beliau (Nasaruddin-red) bersama-sama dengan kami, mungkin ada pertimbangan lain yang tidak sampaikan kepada kami,” kata Nurchalis.

Nurchalis menyebutkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Nasaruddin, karena telah mengantarkan Partai Berkarya ini hingga lolos Verifikasi. [Q]

Redaksi Press

"Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur sulit diperbaiki," (MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *