KADIN Aceh Lantik Komite Timur Tengah

BANDA ACEH | AP – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Aceh, Muzakkir Manaf, secara resmi melantik dan mengukuhkan pengurus KADIN Komite Timur Tengah dan OKI Provinsi Aceh periode 2018-2022, di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Kamis (08/02/2018).

Ketua KADIN Aceh, Muzakkir Manaf mengatakan, negara-negara Timur Tengah merupakan salah satu kekuatan ekonomi di Dunia saat ini, untuk itu dirinya mengajak, kepada pengurus yang baru dilantik agar bisa bekerja dengan maksimal dan bisa menjual potensi yang ada di Aceh ke Luar negeri, sehingga, dengan banyaknya investor luar negeri datang ke Aceh, akan semakin besar peluang berinvestasi di Aceh dan bisa membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Pengurus yang baru dilantik segera bekerja dengan maksimal, lirik investor Timur Tengah ke Aceh dan ajak mereka untuk melihat potensi yang ada di Aceh,” kata Mualem sapaan akrap Muzakkir Manaf.

Sementara itu, Ketua Komite Timur Tengah dan OKI Pusat, Zaini Alawi mengatakan, kepada pengurus yang baru dilantik agar dapat menjalin hubungan kerjasama ekonomi dengan negara Timur Tengah, sebagai kelanjutan historis yang telah berjalan sejak jaman dahulu dalam kemajuan perdagangan dan segera melaksanakan program-program yang telah disusun, dirinya menyakini para pengurus yang baru dikukuhkan tersebut akan mampu melaksanakannya dengan melakukan koordinasi dan kerjasama dengan semua pihak yang terlibat.

“Sejarah masa lalu harus diulang kembali agar kemajuan perdagangan indonesia dapat tumbuh dengan baik kedepan dan bisa dijalankan dengan kerjasama dengan semua pihak,”  kata Zaini Alawi.

Dia mengharapkan, kepada Semua pihak di Aceh agar dapat mendukung program yang dijalankan oleh KADIN Komite Timur Tengah dan OKI Provinsi Aceh, sehingga dengan suksesnya program yang dijalankan akan dapat  dilirik potensi yang ada di Aceh, seperti bidang pariwisata, perikanan, perkebunan dan bidang lainnya.

“Dengan banyaknya investasi di Aceh sehingga dapat mendorong pertumbuhan perekonomian dan bisa memberikan kemajuan bagi Provinsi Aceh di masa yang akan datang,” tutup Zaini. [Sus]

Redaksi Press

"Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur sulit diperbaiki," (MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *