Kapal Feri KMP Tanjung Burang Jangan Ulangi Musibah KMP Gurita

Sabang, AP–Baru-baru ini penumpang kapal feri KMP Tanjung Burang, sempat membuat trauma ratusan penumpang dari Sabang menuju Ule Lheu Bnada Aceh. pasalnya, dalam perjalanan dari pelabuhan Balohan Sabang menuju pelabuhan Ule Lheu kapal tersebut, berulah ditengah laut tak hayal penumpang pun menjerit histeris.

Sementara  dari hasil acara Telecom Ference Menteri Perhubungan (Menhub) Budhi Karya Sumadi, Kepala KSOP Sabang Eko Pangudi belum lama ini, dijanjikan akan dilaukan yang terbaik bagi angkutan di laut, dengan memberikan pelayanan terbaik serta kapal yang bagus pula. Nah, apa yang terjadi beberapa hari kemudian.

Masyarakat Sabang khususnya belum hilang dari ingatan apa yang terjadi pada tahun 1996 silam, atas trageedi tenggelamnya kapal feri KMP Gurita saat berlayar dari pelabuhan Malahayati Kreung Raya Aceh Besar menuju pelabuhan Balohan Sabang. pada tragedy tersebut ratusan nyawa manusia penumpang KMP Gurita hilang.

Oleh sebab itu, diminta kepada petugas dan pengelola pengangkutan di laut agar, tidak terulang apa yang terjadi pada tahun 1996 itu. Instansi terkait harus benar-benar bekerja untuk keselamatan penumpang, dengan tidak menginzinkan kapal yang kiranya tidak layak untuk diberangkatkan.

Seperti yang dialami kapal KMP Tanjung Burang belum lama ini, yang mengantikan KMP BRR sedang docking, KMP Tanjung Burang dikabarkan terjadi kerusakan pada bagian mesin ketika berlayar dari pelabuhan Balohan menuju ke pelabuhan Ulhee Lheu, sehingga para penumpang terkatung katung di laut selama 4,5 jam  dan bertanya tanya serta menghubungi para keluarganya yang ada di daratan karena khawatir.

Padahal sebelumnya KSOP Kota Sabang saat Telecomference, dengan Menhub di  Kantor Distrik Navigasi Kelas II Sabang dia mengatakan bahwa, sebanyak 4 kapal telah siap melayani pelayaran Balohan – Ulhee Lheuee yang terdiri dari 1 kapal Roro dan 3 kapal cepat, dan sesuai dengan Instruksi dari Mentri Perhubungan yang  mengutamakan keselamatan pelayaran serta tidak adanya terjadi Overload penumpang.

Namun baru beberapa hari saja Mentri Perhubungan Budhi Karya Sumadi mengadakan acara Telecom Frerence dengan keseluruhan jajaran Kementrian Perhubungan yang dipusatkan di seluruh Kantor Distrik Navigasi yang ada di Indonesia khususnya untuk angkutan laut, Instruksi Menhub sepertinya dianggap remeh.

KMP Tanjung Burang yang dipersiapkan menggantikan KMP BRR dinilai tidak laik layar sebab kapal tersebut baru saja melaksanakan doking dengan menghabiskan anggaran lebih kurang dari 3 Milyar. Tetapi kelayakan dari kapal tersebut seharusnya ditinjau sebagaimana mestinya dan diperiksa oleh Marine Inspektorat,Marine Enginer dan Marine Radio tentang kelayakannya.

Diduga ada terjadi kelulusan kelayakan ketika selesai doking, dan penilaian itu harus dipantau oleh Kepala KSOP setempat dengan teliti. Tetapi baru saja berlayar melayani pelayaran Balohan – Ulhee Lheu telah terjadi kerusakan sehingga kapal tersebut dikawal oleh Kapal SAR untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala KSOP selaku pengawasan kapal dan yang mengeluarkan izin berlayar seharusnya tegas dalam menilai perencanaan yang diajukan oleh pihak ASDP mengenai kapal pengganti KMP BRR dalam melayani arus penumpang angkutan lebaran. Jangan sampai terjadi yang kedua kalinya kecelakaan laut seperti KMP Gurita, kecelakaan laut itu juga terjadi menjelang bulan suci Rahmadhan.(Jalal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *