ATJEH PRESS

ATJEH PRESS

Kecewa, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Sebut Pelayanan BNI Lambaro Sangat Buruk

Kecewa, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Sebut Pelayanan BNI Lambaro Sangat Buruk

ACEH BESAR | AP-  Kinerja dan cara pelayanan kepada nasabah oleh Bank Negara Indonesia (BNI) Kcp Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, dinilai sangat buruk. Seperti diungkapkan oleh wakil ketua DPRK Aceh Besar, Zulfikar, SH., yang merupakan salah seorang nasabah BNI, melalui akun media sosialnya, pada Jum’at (02/03/2018).

Zulfikar menyebutkan, pelayanan dilakukan oleh salah seorang staf BNI Kcp Lambaro terhadapnya dinilai sangat buruk dan meminta kepada pimpinan untuk mengevaluasi staf tersebut.

“BNI Lambaro sangat buruk layanannya, harus dievaluasi stafnya,” tulis Zulfikar di akun facebooknya yang menuai ratusan komentar dari pemilik akun lainnya.

Terkait hal tersebut, anggota Dewan dari partai Nasional Demokrat (NasDem) ini mengatakan, keburukan palayanan tersebut terjadi saat dirinya ingin melakukan transaksi ke bank tersebut, seperti nasabah lainnya, ia mengambil nomor antrian bank.

“Namun, sebelum nomor saya dipanggil, saya dipanggil oleh petugas satpam bank tesebut untuk memindahkan mobil saya di parkiran,” kata Zulfikar saat dihubungi wartawan melalui telpon selularnya.

Dia melanjutnya, setelah memarkir mobil tersebut, dia melanjutkan transaksi ke bank, namun, ketika itu nomor antrian miliknya sudah lewat, sehingga dia tidak bisa melakukan transaksi.

“Maaf pak nomor antrian bapak sudah lewat,” katanya menirukan ucapan salah seorang petugas bank.

Dengan kejadian itu, Zulfikar menyebutkan tidak akan menyimpan uang lagi di bank tersebut, sebab dia menilai pelayanan yang kurang baik.

Saat dihubungi media ini, Kepala BNI Kcp Lambaro, Akshan, membenarkan hal itu dan dia menyebutkan pihaknya sudah meminta maaf kepada Zulfikar, sehingga masalah ini perlu dibesar-besarkan.

“Ya pak, kejadian tadi kami sudah minta maaf kepada pak Zulfikar dan dia sudah memaafkan, jadi masalah ini jangan diberitakanlah ya pak,” kata Akshan lewat telepon seluler.

Informasi yang dihimpun media ini, saat kejadian itu, salah seorang nasabah yang juga menunggu antrian di bank, menyebutkan kepada petugas, kalau yang ingin melakukan transaksi tersebut adalah anggota Dewan, sehingga petugas bergegas melayani Zulfikar untuk melakukan transaksi.

“Tadi waktu pak Zulfikar mau transaksi, saya melihat dia lagi menjelaskan kepada petugas soal nomor antriannya, kemudia saya bilang ke dia kalau itu adalah anggota Dewan, barulah dilayani denagan baik,” ungkap salah seorang yang tidak ingin disebut namanya.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman, SE mengatakan, kepada pihak bank agar membenahi dan tidak berpihak dalam hal pelayanan, supaya para nasabah bisa puas.

“Dalam hal pelayanan agar tidak pandang bulu, apa lagi BNI ini adalah bank punya pemerintah, kalau layanannya tidak baik, nanti bisa menurun nasabahnya,” ujar anggota Dewan dari Partai Aceh saat dimintai keterangan.

Terakhir diketahui, bahwa status milik Zulfikar tersebut telah dihapus olehnya, dengan alasan, agar masalah tidak jadi rumit.

“Ya saya hapus supaya tidak ribet,” kata Zulfikar. [W]

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses