Kenang Tsunami, Inilah Kegiatan ‘Ureung’ Aceh di Luar Negeri

Sejumlah warga Aceh di Swedia sedang tahlilan bersama untuk korban tsunami di Meunasah Aceh, Stockholm, Kamis (26/12).
Sejumlah warga Aceh di Swedia sedang tahlilan bersama untuk korban tsunami di Meunasah Aceh, Stockholm, Kamis (26/12).

STOCKHOLM[AP] – Seiring peringatan sembilan tahun musibah tsunami, diaspora Aceh diluar negeri melakukan acara kemasyarakatan berkaitan musibah yang terjadi di Aceh dan Malaysia.  Di Swedia, sekitar 40 KK yang tergabung dalam Svensk-Atjehniska Förening melakukan doa samadiah bertempat di meunasah Atjeh, Stockholm, Kamis (26/12).Warga tersebut termasuk wanita dan anak-anak Aceh yang lahir dan besar di Swedia larut dalam tahlilan bersama.  Kegiatan agamis tersebut sebagai wujud solidaritas mereka terhadap saudaranya yang jauh di Aceh.  “Kegiatan ini dalam rangka menyedekahkan doa kepada semua korban tsunami Aceh,” kata Tgk Bileu meunasah Atjeh sebelum memulai doa.

Sebelumnya, melalui rilis yang diterima dalam bahasa Aceh, ketua ASNLF (Acheh Sumatra National Liberation Front) menyampaikan amanatnya berkaitan dengan kejadian Tsunami.  Pria yang bermukim di Jerman itu mengatakan jika bangsa Aceh adalah salah satu bangsa yang hampir hilang identitasnya diatas muka bumi ini setelah berperang dengan Belanda dan Indonesia.  Disamping berperang, kemudian tertimpa musibah tsunami.

Akibat kejadian tersebut tidak kurang dari dua ratus ribu warga Aceh meninggal sehingga warga Aceh yang masih hidup disarankan untuk berdoa agar diampunkan saudaranya yang telah meninggalkan dalam perang dan musibah raksasa tsunami.  “Begitu juga supaya dijauhkan bala atas kita bangsa Aceh,” ujarnya seraya mengutip ayat Quran yang bermakna setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.

Dalam ruangan berbentuk rumah ala Swedia itu warga Aceh itu berdoa khusyuk.  Meskipun jauh dari rantau namun setiap hari mereka berkomunikasi dengan saudaranya di Aceh.

Sumbang banjir Malaysia

Tgk Haji Mansor Usman bersama pihak tentara kerajaan Malaysia sedang berkoordinasi mengurus bantuan yang diangkat dari Chowkit, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (24/12)
Tgk Haji Mansor Usman bersama pihak tentara kerajaan Malaysia sedang berkoordinasi mengurus bantuan yang diangkat dari Chowkit, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (24/12)

Sementara itu dari Kuala Lumpur komunitas masyarakat Aceh di Malaysia, Selasa (24/12), memberikan bantuan kepada korban banjir yang terjadi pada dua minggu sebelumnya.  Disebutkan, bantuan tersebut disalurkan kepada warga Malaysia di pantai timur semenanjung Trengganu sebagai salah satu wilayah yang terparah terkena banjir pada musim penghujan ini.

Melalui sambungan telepon Viber dari Malaysia, Jafar Insya menjelaskan jika kegiatan tersebut atas inisiatif mereka di Kuala Lumpur dan sekitarnya yang diketuai oleh saudagar Aceh di Malaysia Tgk Haji Mansor Usman.

Bantuan tersebut diterima simbolis oleh Yang Berbahagia Brigader Jenderal Dato’ Zamrose bin Mohd Zain mewakili pejabat pertahanan Malaysia.  Sumbangan yang dikumpulkan berupa Sembako, kain sarung dan peralatan rumah sebanyak 12 truk tentara Malaysia yang setara dengan RM 165.500 (Rp 600 juta).  Didampingi Jafar Insya, Haji Mansor mengatakan bantuan tersebut sebagai balasan solidaritas kepada warga Malaysia yang dulu membantu korban tsunami Aceh sembilan tahun yang lalu.

Bukan itu saja, sebelumnya juga tercatat komunitas masyarakat Aceh di Malaysia telah pernah menyalurkan bantuan pada banjir Johor 2007 (RM 60.000), banjir Pahang 2008 (RM 80.000), banjir Kedah (RM 180.000) dan kini banjir Trengganu (RM 165.500).(Laporan: Asnawi Ali – Citizen Reporter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *