Luhut B Panjaitan: Mari Kita Lawan Pedagang Yang Cari Untung Diatas Kewajaran

Suasana pelatihan. Foto: http://ksp.go.id
Suasana pelatihan. Foto: http://ksp.go.id

Jakarta|AP-Kepala Staf Kepresidenan (KSP),  Luhut B Pandjaitan, mengajak komunitas IT yang tergabung dalam Code4Nation, dengan keahliannya bersama melawan pedagang yang mencari keuntungan diatas kewajaran dan membuat Rakyat menderita. Hal ini disampaikan Bapak Luhut dalam sambutan pembukaan Lomba IT pembuatan aplikasi pemantau harga komoditas hari Sabtu pagi 22 Agustus 2015 di Gedung Krida Bhakti, Sekretariat Negara, Jakarta

Komunitas IT yang tergabung dalam Code4Nation dengan dukungan penuh Kantor Staf Presiden pada hari Sabtu ini secara resmi memulai lomba pembuatan aplikasi IT Hackathon dalam bentuk aplikasi untuk memantau pergerakan harga komoditi secara real-time. Tujuan aplikasi ini adalah memberikan informasi terkini atas pergerakan harga komoditas strategis bagi Pemerintah, konsumen, pedagang, dan produsen.

Keunikan dari aplikasi ini adalah kepada sifat aplikasi yang melibatkan crowd atau membuka kesempatan kepada siapapun di seluruh penjuru Indonesia untuk menjadi relawan kontributor data harga terkini dari komoditas yang dipantau.

Strategi melibatkan partisipasi publik diyakini sebagai cara terbaik dalam mendapatkan data harga komoditas secara cepat, murah, dan akurat. Sehingga setiap waktu aplikasi ini sangat besar manfaatnya bagi siapapun untuk memanfaatkannya.

Keunikan lainnya dari Lomba IT Hackathon oleh komunitas IT Code4Nation yang tersebar di seluruh dunia ini adalah baru pertama kali Hackathon menyelenggarakan lomba IT bekerjasama dengan Pemerintah untuk membantu Negara.

Kepala Staf Presiden yang saat ini juga merangkap sebagai Menkopolhukam menyampaikan perhatiannya terhadap gejolak harga yang terjadi saat ini akibat krisis dunia. Bapak Luhut menyatakan bahwa gejolak harga komoditas dapat diatasi, diantaranya, dengan tersedianya data dan informasi yang akurat. “Aplikasi yang dilombakan ini bila berhasil akan menjadi salah satu alat yang ampuh bagi Pemerintah dalam memonitor dan menyiapkan tindakan dalam mengendalikan gejolak harga komoditas pangan” kata Luhut seperti dilansir situs http://ksp.go.id.

Darmawan Prasojo atau yang biasa dipanggil Darmo, Deputi I Kantor Staf Presiden, sebagai salah satu narasumber di acara ini mengatakan bahwa dirinya secara jujur merinding melihat semangat seluruh peserta yang berpartisipasi di acara ini. Darmo mengatakan bahwa Pemerintah sangat membutuhkan aplikasi independen ini untuk bisa membantu Pemerintah dalam mengatasi gejolak harga yang terjadi. Dengan informasi yang tersebar luas, melalui aplikasi ini yang melibatkan partisipasi public (crowd), Darmo meyakini bahwa gejolak harga komoditas akibat spekulasi bisa lebih mudah diatasi.

Kegiatan lomba IT yang diikuti oleh 462 orang dengan sekitar 80 tim akan adu kreatif dalam dua hari kegiatan. Sepuluh Tim terbaik akan dipilih konsep aplikasinya untuk selanjutnya dipilih satu peserta terbaik pada hari Minggu keesokan harinya.

Dandossi Matram, sebagai narasumber yang mewakili Kedeputian IV Subid Komunikasi Strategis, Kantor Staf Presiden menyatakan dirinya berharap lomba IT ini bisa menghasilkan aplikasi yang “Murah, Mudah, namun Efektif” dalam memantau pergerakan harga komoditas di seluruh Indonesia secara real-time. Dandossi atau Ossy melihat bahwa bila aplikasi ini berhasil dan sukses dilaksanakan akan menjadi sarana informasi yang luar biasa kontribusinya bagi Negara dalam pengendalian harga dan pemanfaatan informasi ini bagi Pemerintah, produsen, pedagang dan konsumen.

Kegiatan yang berlangsung sejak hari Sabtu pagi ini akan berakhir pada hari Minggu keesokan harinya. Selain Luhut yang telah membukan acara, sudah dikonfirmasi kehadiran Menteri Kominfo, Rudiantara yang akan makan malam dengan peserta dan juga Menteri Perdagangan, Thomas Lembong yang aka hadir pada hari Minggu siang.

Saat menutup sambutannya, Luhut bicara mengenai kesibukan lainnya di Pemerintahan terkait pembentukan Lembaga yang menangani Cyber di Indonesia dimana Kantor Staf Presiden sekaligus Kemenkopolhukam melihat pentingnya Pemerintah untuk mengurus aspek Cyber yang berpotensi membahayakan Negara. Sampai dengan berita ini dilansir, kegiatan masih terus berlangsung dengan semangat dan meriah. [http://ksp.go.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *