Malam ini, Penobatan Duta Wisata Aceh 2018

BANDA ACEH, AP- Sebanyak 46 Agam dan Inong, Duta Wisata dari 23 kabupaten/kota di Aceh Sabtu malam ini (27/10/2018), mengikuti malam Penobatan Duta Wisata Aceh 2018 yang digelar di Gedung ACC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh.

Sabtu pagi, sebelum malam penobatan, Duta Wisata dari masing-masing daerah bertemu Istri Plt. Gubernur Aceh yang juga merupakan Wakil Ketua TP- PKK Aceh, Ny. Dyah Erti Idawati di Pendopo Wakil Gubernur.

Turut mendampingi, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Amiruddin yang didampingi pejabat dijajarannya.

Dalam kata sambutannya, Amiruddin menyampaikan, bahwa 46 Agam dan Inong yang telah selesai mengikuti berbagai tahapan seleksi dan pengujian akdemis yang diuji oleh tim dewan juri dari 24 hingga 26 Oktober 2018.

“Hari ini, Sabtu, 27 Oktober , hari terakhir masa karantina. Pada hari ini pula, setelah bertemu Ibu, adek-adek Duta Wisata mengikuti City Tour dan malam hari nya Penobatan Duta Wisata Aceh 2018. Kami berharap Ibu bisa hadir pada malam penobatan tersebut yang digelar di gedung ACC Dayan Dawood,” kata Amiruddin.

Amiruddin berharap, para duta wisata dari perwakilan daerah masing-masing dapat membantu mempromosikan pariwisata Aceh melalui media sosial.

“Kejayaan pariwisata ada ditangan adek-adek. Oleh karena itu adek-adek yang bertangungjawab mengembangkan pariwisata di Aceh maupun di daerah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Istri Plt. Gubernur Aceh, Ny. Diah dalam sambutannya mengatakan, semua peserta memiliki kelebihan dan potensi diri masing-masing, baik dari segi fisik maupun kecerdasan intelektual.

“Kemampuan duta wisata dalam memperkenalkan potensi objek wisata yang ada di daerah masing-masing sangat membantu perkembangan pariwisata Aceh kedepannya. Cantik dan ganteng tidak cukup, tapi kecerdasan intelektual yang dibutuhkan di bidang ini. Kalian adalah role model, bagi pemuda lain. Jangan cover nya aja yang baik, tapi dalamnya juga harus baik. Adek-adek juga harus diingat bahwa pariwisata kita adalah wisata halal dan syariah, sebagaimana yang dikatakan Pak Amir tadi,” pesan Ny. Diah.

Dosen Teknik Unsyiah ini juga berharap Duta Wisata Aceh bisa terus memberi kontribusi untuk kemajuan pariwisata Aceh yang akan mendongkrak peningkatan PAD (pendapatan asli daerah).

Serta memanfaatkan media sosial sebagai wadah mempromosikan objek wisata, kuliner, budaya, dan kesenian Aceh, sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh.

“Mulai lah dari hal-hal yang kecil, misal pengelolaan sampah organik dan membangun industri kreatif lainnya di gampong yang berdampak pada peningkatan perekonomian. Serta membuka peluang lapangan pekerjaan baru,” demikian pungkasnya. (Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *