Melirik Sosok Nardi, Politisi Berintegritas Tinggi

Calang , AP- Nardi begitulah panggilan dari pria bertubuh tegap pemilik nama lengkap Sunardi, pria yang dilahirkan di Sarah Raya 14 Agustus 1983, dari seorang ibu Nailus Sa’adah Binti Waki Abdul Rafa dan ayahnya bernama Syafruddin Bin Teungku Abdul Jalil Bin Teungku Idris.

Selain dikenal pengusaha muda yang sukses, Nardi juga aktif di kegiatan sosial masyarakat dan juga seorang politisi muda yang pernah mengemban jabatan Koordinator Tim Pemenangan Partai Aceh Kecamatan Pasie Raya tahun 2007 dan 2016, serta menjabat Sekretaris Komite Pemenangan Partai Aceh ( KPPA ) Kecamatan Teunom tahun 2017.

Ditingkat kabupaten ayah dari tiga orang anak ini, Ashif Balqiya (8), Jamhur Hammada (6), Muaffat (1,8) juga dipercayakan oleh Partai Aceh sebagai Ketua Bidang Bidang Politik di tubuh KPPA Kabupaten Aceh Jaya. Pria yang pernah mengenyam pendidik nonformal di Pondok Pesantren Darun Nidham Tanoh Anou Kecamatan Teunom 1998 – 2002 dikenal memiliki komitmen kuat, berintegritas, humanis, serta mudah bergaul dan ramah dengan siapa saja, sekalipun dengan orang yang belum kenal akrab dengannya.

Perjalanan Sunardi menjadi seorang pengusaha muda yang sukses bukanlah semudah membalikkan telapak tangan, lelaki yang menamatkan sekolah dasar di SDN Negri Sarah Raya pada tahun 1998, melanjutkan sekolah menegah pertama di MTsN Teunom pada tahun 2001, serta menamatkan sekolah menengah atas di MAN II Meulaboh Di Teunom pada tahun 2004, telah berjuang keras untuk mencapai posisi yang digapainya saat ini.

“Ini semua berkat perjuangan dan usaha serta doa, tentunya juga atas ijin, kehendak, dan nikmat dari Allah SWT”, kata Sunardi suatu ketika kepada media ini saat concoy dipojok salah satu warung kopi di Aceh Jaya.

Dengan polos dan terlihat jujur Nardi menceritakan dirinya dulu tidak tertarik dengan dunia politik, saat itu dia berfikir politik itu jahat dan kejam. Namun disaat dia mencoba memahami dan mulai belajar untuk mengerti politik justru ia berubah 90 derajat, menurutnya bergabung dirinya di Partai Aceh bukan tidak punya alasan kuat, sekalipun ia bukan mantan pentolan Gerakan Aceh Merdeka namun dirinya mengaku terpanggil jiwanya untuk memperjuangkan nasib Aceh kedepan.

“Partai Aceh bukanlah jamur yang tumbuh dimusim hujan, partai ini lahir karena adanya sejarah, lahir karena ada tumpah darah. Sehingga saya selaku orang Aceh merasa berkewajiban untuk berada bersama Partai Aceh memperjuangkan nasib masyarakat Aceh umumnya, khusus Aceh Jaya, dab lebih khusus lagi Teunom – Pasie Raya. Seelumnya juga banyak tawaran dari parpol lain mengajak saya untuk bergabung, namun saya merasa belum berkesempatan, karena jiwa saya tidak merasa terpanggilm dan saya berterimakasih atas ajakannya”, cerita Sunardi.

#Bakal Caleg DPRK Aceh Jaya 2017 – 2024

Dalam rangka menyonsong kesuksesan dan mengikuti proses tahapan Pesta Demokrasi Aceh Jaya tahun 2019, DPW Partai Aceh (PA) Kabupaten Aceh Jaya melakukan penjaringan bakal caleg DPRK Aceh Jaya 2019 – 2024.

Nama Sunardi di ajukan sebagai salah seorang Bakal Caleg DPKR Aceh Jaya periode 2019 – 2024 mewakili Daerah Pemilihan 4 Kecamatan Teunom dan Pasie Raya. Penunjukan Sunardi melalui proses rapat DPS PA Sagoe Teunom di Gampong Panton, yang melibatkan geuchik gampong, tokoh pemuda, Tuha Peut, tokoh perempuan, tokoh agama dan Dewan Pimpinan Gampong ( DPG ) Se Kecamatan Teunom.

Tidak hanya di Kecamatan Teunom, nama Sunardi juga diajukan dalam rapat DPS Sagoe Pasie Raya yang diadakan di Balai Serbaguna Gampong Tuwi Kareung.

Suami dari Cut Ita, sangat berterima kasih pada semua pihak, masyarakat Kecamatan Teunom dan Kecamatan Pasie Raya, tokoh masyarakat, seluruh mantan kombatan GAM Sagoe Teunom dan Sagoe Pasie Raya atas kepercayaan terhadap dirinya.

Sunardi menyatakan dirinya sudah siap mengemban amanah atas kepercayaan yang diberikan, dirinya sangat berharap dukungan dan doa dari semua pihak, terutama ulama, Abon Seumira dan Abati Teunom serta seluruh para teungku – teungku se Kecamatan Teunom dan Pasie Raya beserta masyarakat dari kedua kecamatan.

Nardi pun mengakui sudah mengantongi ijin dan doa restu dari dua ulama kharismatik Aceh Jaya yakni Abon dan Abati. Ia menegaskan, dirinya meminta ijin dari kedua ulama itu bukan hanya sekedar formalitas akan tetapi dirinya siap mundur dari bakal caleg sekiranya kedua ulama tersebut tidak merestuinya.

“Saya sangat berterimakasih yang sebesar – besarnya kepada dua ulama kharismatik yang telah memberi restu, saya tidak memaksa kehendak, namun semua ini saya serahkan kepada Allah yang maha kuasa, saya selaku kader siap dengan apapun keputusan partai. Jika pun nantinya partai berubah keputusan saya ikhlas mungkin itu jalan yang terbaik bagi pribadi saya, saya tidak bisa menilai diri pribadi saya, baik buruknya saya semua itu ada penilaiannya sama masyarakat”. Pungkas Nardi. (Adv/Nasri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *