Oh Langsa, Sejak PA Berkuasa Judi Berkedok Mainan Semakin Merajalela

Warga kota Langsa Mengeluh Banyak Judi Berkedok Permainan. Foto: www.beritainhil.com
Warga kota Langsa Mengeluh Banyak Judi Berkedok Permainan. Foto: www.beritainhil.com

Langsa | AP– Pemerintahan di Kota Langsa sekarang berada ditangan Partai Aceh. Sang Walikota Usman Abdullah kini hendak maju lagi. Namun sayang walikota yang akrab dipanggil Toke Suum belum mampu memberantas judi, malah kini semakin bertambah, ada bermain dengan sistim online (sbobet), ada juga secara menulis Togel dan ada pula dengan sistim permainan.

Permainan Anak-anak (Game Zone) itu tidak asing lagi kita lihat di kota besar, namun permainan tersebut sudah beredar di Kota Langsa tepatnya di Jalan Sudirman dan T.Umar.

Menurut hasil pantauan Wartawan Atjeh Press, Minggu (10/04) di lokasi tempat permainan Game Zone tersebut, banyak jenis permainan yang tersedia diantaranya, permainan “Ikan Mas”, permainan menembak ikan sejenis makhluk air seperti cumi-cumi dan jenis hewan laut lainnya.

Dalam permainan game itu, masyarakat sangat antusias mengikuti perlawanan dalam permainan, bukan hanya anak-anak saja yang bermain, melainkan kaum dewasa pun turut serta.

Hasil konfirmasi wartawan Atjeh Press kepada salah seorang pelanggan bermain di arena Game Zone tersebut, Sabtu (09/04) lalu membeberkan cara bermain judi berkedok permainan ini.

“Sebelum bermain dalam permainan game ini, kita wajib membelikan koin yang telah tersedia di tempat kasir, dalam satu koin dijual seribu rupiah,” ujar pengunjung tanpa mau ditulis nama itu.

Ia juga mengatakan kesenangannya berkunjung ke tempat tersebut. “Saya senang berkunjung ketempat Permainan itu, karena dengan modal Rp. 10.000, terkadang bisa mendapatkan kemenangan ratusan ribu bahkan sampai jutaan rupiah,” ujarnya. “Uang itu di dapatkannya dari hasil penukaran koin yang sudah di tukar tempat kasir,” jelasnya lagi.

Dia menguraikan, dalam enam puluh koin dapat di jadikan uang berjumlah Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah). “Jadi pihak kasir pun mendapatkan keuntungan koin sepuluh buah,” ungkap dia .

Dalam segala bentuk permainan tak jarang pula bila nasib Apes menghampirinya, ia harus menerima kekalahan juga. “Nama aja permainan, yang namanya hobi gimana”, sebutnya dengan nada polos kepada wartawan.

“Kami bermain game sampai larut malam, terkadang kami malas pulang kerumah, karena semakin larut malam semakin seru bermain permainan game tersebut,” begitulah pengakuannya.

Di tempat terpisah, salah seorang warga Blang Pase Kota Langsa yang enggan di sebutkan namanya kepada awak media ini mengatakan, permainan game zone di kota Langsa, hanya kedok sebagai permainan anak-anak saja, padahal orang bermain itu kebanyakan kaum dewasa, hal itu sangat jelas, karena setiap permainan yang di menangkan, koin tersebut dapat di tukar menjadi uang (rupiah).

“Saya sangat heran di kota Langsa, kok semakin bertambah ajang permainan yang berbentuk dalam perjudian, apakah penegak hukum kota Langsa hanya mendiami atau membiarkan begitu saja, kasihan lo pak wartawan melihat generasi kita bila terjerat dalam dunia perjudian ini,” ungkap sumber dengan nada kesal kepada wartawan. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *