Palu Gempa, Walikota Banda Aceh Tunda Keberangkatan

Banda Aceh | Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter (SR) mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya pada Jumat kemarin.  Setelah di guncang gempa, tidak lama kemudian disusul tsunami setinggi 1,5 meter yang mengakibatkan hancurnya infrastruktur dan fasilitas publik di sejumlah kota di Sulawesi Tengah.

Sampai saat ini, korban meninggal tercatat sudah puluhan orang dan ratusan lainnya luka luka. Gempa dan tsunami juga mengakibatkan hancurnya rumah ibadah dan rumah warga.

Atas musibah ini, Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM ikut berduka. Aminullah sangat paham apa yang sedang dirasakan masyarakat Palu dan sekitarnya akan musibah gempa dan tsunami.

“Sebagai saudara, kita ikut merasakan duka yang mereka rasakan. Kita juga paham seperti apa kesedihan yang mereka alami saat ini,” kata Aminullah, Sabtu (29 September 2018).

Terkait dengan adanya musibah ini, rencananya Wali Kota akan berangkat ke Palu pada 1 Oktober 2018 nanti, untuk menghadiri forum diskusi pemerintah daerah dalam rangka memperingati Hari Habitat Dunia dan menjadi narasumber dalam seminar tersebut.

“Sebenarnya Saya akan ke Palu 1 Oktober nanti. Karena musibah ini, panitia membatalkan acara,” ungkap Aminullah.

Meski tidak jadi berangkat ke Palu, Aminullah akan terus mendoakan masyarakat Palu dan sekitarnya agar diberi kekuatan menghadapi musibah ini.

“Saya mendoakan saudara-saudara kita di Palu dan sekitarnya, agar diberi kekuatan untuk bangkit pasca musibah ini. Ini adalah ujian dari Allah SWT,”  ungkap Wali Kota.

 Wakil Walikota Ajak Ratusan Jamaah Zikir Berdoa

Pada acara tausiah dan zikir rutin di pendopo wali kota, Jumat, 28 September 2018 malam, Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin turut mengajak ratusan jemaah yang hadir untuk berdoa bagi masyarakat Palu dan sekitarnya.

“Mari sambil berzikir membesarkan asma Allah, kita niatkan pahalanya bagi saudara-saudara kita di yang ada di Palu. Kita doakan bersama agar mereka tetap dalam kesabaran dan diberi kemudahan untuk keluar dari kondisi yang sulit,” ajak pria yang akrab disapa Cek Zainal ini.

Ia pun mengajak para jemaah merenung atas bencana besar yang terus terjadi sejak 2004 di Aceh, lalu berlanjut di Padang, NTB, dan pada hari Jumat 29 September 2018 sore terjadi di Palu. “Mungkin ini pertanda dunia ini semakin tua. Siapkah kita menuju Allah dengan khusnul khatimah”.

“Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT agar Insya Allah nantinya kita menghadap yang maha kuasa dengan khusnul khatimah,” ajaknya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Tgk Fauzi Saleh, dengan tema. “Bahaya Fitnah dan Dengki”. Sementara zikir dan doa bersama dipimpin langsung Tgk Asy’ari Ibrahim yang juga Pimpinan Majelis Zikir Mujiburrahman (Ahmad Fadil/Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *