ATJEH PRESS

ATJEH PRESS

PPWI Kutuk Keras Pelaku Bom Kantor Redaksi Modus Aceh

PPWI Kutuk Keras Pelaku Bom Kantor Redaksi Modus Aceh

JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional Wilson Lalengke, menyikapi peristiwa pemboman kantor redaksi Tabloid Modus Aceh dan Majalah Inspirator, di jalan Teuku Iskandar, Beurawe, Kota Banda Aceh, Sabtu (30/06/2018).

“Kita mengutuk keras atas perilaku terorisme yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu terhadap masyarakat pers. Tindakan tersebut merupakan refleksi dari mentalitas pecundang, pengecut, dan penakut, serta moralitas yang sangat rendah,” kata Wilson Lalengke melalui pers rilisnya.

Dia menyebutkan, jika pengeboman itu dilakukan sebagai respon atas pemberitaan, maka dapat dikatakan bahwa oknum pelaku dan dalangnya merupakan sisa-sisa peninggalan mahluk bar-bar dari jaman jahiliah, yang tidak memiliki kemampuan berpikir waras sama sekali. Pelaku dan dalangnya kata Wilson Lalengke, memiliki karakter menyimpang yang sama, yang dapat dikategorikan sebagai kelompok manusia sakit jiwa alias psikopat.

“Aparat negara harus mengejar oknum pelaku dan menangkap yang bersangkutan bersama dalang-dalangnya. Hal ini sangat penting, bukan hanya dalam konteks penegakan hukum semata, tetapi demi menjaga dan melindungi masyarakat dari ancaman para manusia kurang waras tersebut di kemudian hari,” tambahnya.

Dia mengimbau seluruh elemen masyarakat agar selalu waspada, bersatu bersama menjaga setiap jengkal wilayah masing-masing, dan mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa mendatang.

“Kepada teman-teman pers, khususnya para awak media Modus Aceh, agar jangan gentar, jangan takut, jangan surut nyali. Justru, dengan kejadian tersebut, kita harus lebih mempertinggi kekuatan dan memperhebat lagi perang melawan kesewenang-wenangan, penyalahgunaan kekuasaan, KKN dan kemunafikan para pejabat, pengusaha hitam, dan oknum-oknum warga masyarakat yang berperilaku abnormal,” lanjutnya.

“Masih untuk para pekerja media, khususnya yang memiliki integritas dan idealisme yang tinggi, mari kita bersatu-padu, bersama-sama dalam satu barisan saling mendukung, saling melindungi, saling menyelamatkan. Juga, saling menjaga dan memberdayakan di antara satu dengan lainnya,” tutupnya.

Kantor Tabloid Modus Aceh di Jalan T Iskandar Beurawe Banda Aceh jadi sasaran teror dengan cara dilempari bom molotov oleh pelaku yang belum dikenal, Sabtu subuh 30 Juni 2018. Kantor media tersebut mengalami kerusakan kaca depan pecah dan bekas kebakaran.

Pemimpin Redaksi Modus, Muhammad Saleh, mengatakan saat kejadian ia sedang tidak berada di kantor karena  menamani istrinya yang dirawat di rumah sakit. Tetapi ada stafnya yang tidur di sana. “Dia tidak mendengar suara bom itu,” katanya.

Saleh baru mengetahui kejadian setelah sekitar pukul 08.00 WIB setelah dihubungi stafnya berkali-kali. Dia langsung melaporkan peristiwa itu ke Kepolisian Resor Kota Banda Aceh. Polisi kemudian menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan dipimpin Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris M Taufik. Polisi belum berani menyimpulkan motif teror itu.

Bom rakitan itu memakai wadah kaleng minuman yang diberi sumbu. Hampir mirip dengan bom molotov yang memakai wadah botol kaca minuman.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh Misdarul Ihsan mengecam tindakan teror terhadap kantor media. “Kami meminta polisi mengungkap motif dan mengusut tuntas aksi teror terhadap kantor Tabloid Modus,” katanya.

Menurutnya, bila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dengan pemberitaan media, AJI Banda Aceh meminta agar menyelesaikan sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Pers. AJI juga meminta wartawan serta media untuk tetap independen, profesional dan menjunjung tinggi kaidah-kaidah jurnalistik dalam setiap pemberitaan. [r]

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses