Program Integrasi Data Penduduk dengan SIM RSUDZA Dukung Program Aceh SIAT

Banda Aceh | AP – Program Integrasi Data Kependudukan dengan Sistem Imfomasi Manajement Rumah Sakit (SIMRS) pada Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), merupakan prinsip inovasi yang mengandalkan sumber daya yang ada dan sudah dijalankan dengan baik oleh RSUDZA, selain itu juga, Inovasi tersebut juga sejalan dengan semangat program Aceh SIAT yang diusung oleh pemerintah Aceh

Hal ini disampaikan, Wakil Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT., pada launching program Integrasi Data Kependudukan dengan Sistem Imfomasi Manajement Rumah Sakit (SIMRS) pada RSUDZA, di Aula RSUDZA Banda Aceh, Senin (02/04/2018) sore.

Aceh SIAT, kata Wagub Nova, merupakan pengembangan data informasi dan database Aceh yang terpadu yang akan untuk semua sektor pembangunan dan pelayanan masyarakat, pemerintah Aceh akan terus berupaya, sehingga ke depan dengan hanya berbekal NIK saja, masyarakat dengan mudah mendapatkan pelayanan diberbagai sektor.

“Jalan menuju arah itu memang masih panjang, namun, kami yakin, dengan kerja keras seluruh pihak, hal itu insya Allah bisa kita wujudkan di masa yang akan datang, ” kata Wagub Nova.

Wagub Nova juga menyampaikan, atas nama pemerintah Aceh memberikan apresiasi dan selamat atas hadirnya program Integrasi Data Kependudukan dengan SIMRS pada RSUDZA tersebut karena, dengan adanya sistem tersebut, maka proses registrasi pasien akan bisa dilaksanakan dengan lebih cepat, sehingga akan memangkas panjangnya antrian.

“Terlebih lagi, saat ini, jumlah pasien setiap hari untuk mengantri berobat di RSUDZA bisa mencapai 1200 sampai 1500 orang per hari. Semoga program ini, bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan capaian sesuai dengan yang diharapkan,” lanjut Wagub Nova.

Wagub melanjutkan, RSUDZA sebagai rumah sakit rujukan provinsi Aceh dan juga sebagai rumah sakit pendidikan yang dibanggakan, wagub berharap, dapat menjadi contoh bagi berbagai pelayanan kesehatan yang ada, baik dikelolah oleh pemerintah maupun swasta.

“Tentunya ini memerlukan berbagai usaha yang serius dan terus menerus dalam memperbaiki kinerja, kualitas pelayanan serta penunjang medis, jangan alergi terhadap kritik, karena pada dasarnya kritikan ini adalah masukan agar kinerja kita semakin baik,” tambah Wagub.

Direktur RSUDZA, dr. Fachrul Jamal, SpAn., KIC.

Sementara, Direktur RSUDZA, dr. Fachrul Jamal, SpAn., KIC., menyebutkan program Integrasi Data Kependudukan dengan Sistem Imfomasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) pada Rumah Sakit Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), dilakukan dalam rangka menangani persoalan antrian dalam hal pelayanan dan penangan pasien di RSUDZA.

“Persoalan antrian tersebut merupakan suatu fenomena yang mungkin dialami oleh semua rumah sakit yang ada di Indonesia, karena, pendaftaran merupakan proses awalan dari seluruh proses rekam administrasi sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Fachrul Jamal.

Dia melanjutkan, sistem integrasi data kependudukan dengan SIMRS tersebut susungguhnya dalah karya bakti anak negeri yang menjadi solusi memangkas antrian pasien yang berobat di rumah sakit.  Dengan sistem ini, kata Facrul Jamal, calon pasien rawat jalan bisa lebih cepat melakukan pendaftaran, karena pada saat Nomor Induk Kependudukan (NIK) pasien diinput dalam sistem, maka semua data pribadi pasien yang dibutuhkan oleh rumah sakit akan masuk dengan sendirinya.

Saat ini, lanjut Facrul Jamal, pihaknya sudah menjawab semua keluhan dan kebutuhan masyarakat, mulai menyiapkan 250 tempat tidur pasien, antrian online, hingga registrasi  online, sehingga pasien tidak perlu membawa apapun, cukup dengan menunjukkan NIK, maka semua proses dilakukan dengan cepat.

“Jadi siapapun yang mau berobat ke Banda Aceh, dari Irian Jaya atau dari manapun, tinggal menunjukkan KTP saja, datanya sudah mudah kita ambil, karena kita sudah terkoneksi dengan sistem Dukcapil pusat, namun untuk sistem berobat, seperti rujukan tetap berlaku,” tutup Facrul Jamal. [Q].

Redaksi Press

"Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur sulit diperbaiki," (MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *