ATJEH PRESS

ATJEH PRESS

banner 728x90

Proyek Pembangunan Taman Di Sabang Tanpa Amdal

Proyek Pembangunan Taman Di Sabang Tanpa Amdal
Sabang, AP—Pembungunan taman yang terletak di depan kantor Walikota Sabang, jalan Diponegoro No.20, Gampong Kuta Ateueh, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, yang dinamakan Penataan Kawasan Pengembangan Kota Hijau, dengan dana sebesar Rp.4.157.000.000,- dikerjakan tanpa amdal dan dapat merusakan lingkungan sekitarnya.
 
Padahal amdal sendiri merupakan suatu alat atau cara yang digunakan dalam mengendalikan perubahan lingkungan sebelum suatu tindakan kegiatan pembangunan dilaksanakan.  Hal ini dilakukan karena setiap kegiatan pembangunan selalu menggunakan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan hidupnya, sehingga secara langsung akan terjadi perubahan lingkungan.
 
Sekretaris Badan Linkungan Hidup (BLH) Kota Sabang Amirza, saat dikonfimrasi menyangkut proyek pembangunan taman yang terletak persis didepan kantor Wakilota Sabang, kemarin dia mengatakan, setiap pembangunan perlu pengaturan pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan hidup.  
 
Sebenarnya, pembangunan dapat meningkatkan kualitas hidup dan perlu ditelaah terlebih dahulu apakah suatu rencana kegiatan pembangunan akan merugikan manusia dan lingkungannya atau tidak. Salah satu cara mengelola sumberdaya alam dan lingkungannya dalam pembangunan, harus ada amdalnya.
 
“Untuk diketahui proyek pembangiunan taman didepat kantor Walilta Sabang itu, pehak pelakunya tidak mengurus amdal. Padahal dalam setiap pembangunan sesuai ketentuan, amdal wajib dipenbuhi agar tidak terjadi kerugian baik masyarakat maupun lingkungannya”., kata Amirza.
 
Amirza menjelaskan bahwa Undang-Undang Republik Indonesia, nomr 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pwengelolaan Lingkungan dipoin (a) disebutkan bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
 
Maka, pembangunan ekonomi nasional sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diselenggarakan berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Sehingga setiap pembaungnan itu, tidak boleh ada yang dirugikan dan berkewajiban menyertakan amdal apakah, akan berdampak pada kerugian lingkungan atau masyarakat.
 
Dari amatan kami lanjut Amirza, pihak pelaksana pekerjaan proyek tersebut tidak menyesuaikan dengan kondisi alam, dimana dibagian yang rendah atau dalam mereka tidak melakukan penimbunan. Kemudian kedalaman pondasi juga kurang dari yang sebenarnya maka, kami menilai proyek dimaksud tidak sesuai aturan mainnya. Jelas Amirza.
 
Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang, Albina mengatakan bahwasanya pembangunan proyek taman yang bersumber dana dari APBA tersebut, telah menyalahkan kedudukan lingkungan dan dapat merusak penonggalan sejarah. Pasalnya, letak lokasi pembangunan diarea taman peninggalan sejarah, yang seharusnya wajib diikuti aturan lingkungan dan pengurusan amdal.
 
Dijaman ini tidak ada lagi pelaku atau pengelola anggaran Negara menutup-nutupi dari pantauan public, karena masyarakat berhak mengontrol kinerja setiap pelaku yang menggunakan uang Negara. Nah, kenapa pihak pelaksana yaitu PT.Bripona Jaya Abadi dan CV.Target konsultan memagar dengan seng setinggo 2 meter proyek tersebut, kiranya ada apa itu kita tidak mau akar-akar batang kayu peninggalan sejarah ituy rusak akibat proyek.
 
“Kami selaku wakil rakyat akan membahas dalam rapat nanti, terhadap proyek pembangunan taman kota yang berlokasi didepan kantor Walikota Sabang itu. Karena, dilokasi tersebut merupakan taman peninggalan sejarah, yang tidak oleh dirubah keasliannya, bahkan disitu ada salah satu trowongan peninggal sejarah akan akan terganggu akibat pembangunan dimaksud”., sebut Albina.
 
Amatan media ini proyek yang dikerjakan sesuai kontrak mulai berkerja pada tanggal 7 Maret 2017 dan harus selesai selama 240 hari kerja itu, sulit untuk ditebak karena lokasi kerja ditutup dan dilarang masuk selain pekerja mereka sendiri. Sementara pengawas dilapangan juga sangat tertutup dan terkesan sombong, saat ditanya kepada pekerja siapa pemimpin proyek, mereka enggan menyebutnya.(jalal).
Foto: Taman Penataan Kawasan Pengembangan Kota Hijau. (foto jalal)
Tags: ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses