Razia Tahun Baru Di Aceh, Pelaku Mesum Hingga Kondom Bekas Plus Miras

Petugas tangkap ?Gadis? Aceh yang kedapatan sedang mesum. Foto: Jurnal Aceh.Com
Petugas tangkap ?Gadis? Aceh yang kedapatan sedang mesum. Foto: Jurnal Aceh.Com

Lhokseumawe|AP-Pemerintah Aceh  dan Pemko Lhokseumawe telah melarang warga Aceh untuk tidak merayakan tahun baru masehi 2015 dengan alasan bukan budaya dan tradisi Islam. Namun larangan tersebut tak dihiraukan oleh sejumlah warga meskipun mereka harus berhadapan dengan petugas Satpol PP dan aparat hukum lainnya.

Misalnya di Kota Lhokseumawe, meskipun dilarang, ribuan orang turut serta memadati Lapangan Hiraq dan  caffe terbuka yang bertebaran di seputaran Kota Lhokseumawe, menyambut tahun baru 2015 M. Malah ada yang bermesraan dengan pasangan haram di tempat hiburan karaoke dan cafee remang-remang. Akhirnya, petugas terpaksa mengamankan 24 orang yang diduga kuat melanggar Qanun Syariat Islam ini.

“Mereka ditemukan sedang bersama pasangan non muhrim ditempat hiburan Karaoke dan caffe di pinggir pantai Rancung Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe,” ujar petugas.

Razia gabungan  yang dimulai  pada pukul 21.00 – pukul 1.30 dini hari, memulai aksinya dari caffe  di kawasan Waduk Kota Lhokseumawe terus menuju ke tempat  Karaoke TMT atau FW Caffe di  Jalan Merdeka, Pusat Kota Lhokseumawe.

“Setelah itu ke kawasan KP3 yang juga ada satu tempat karaoke,  serta terkahir menuju kawasan pantai Pulo Semadu Rancung,”   papar Kasatpol PP Kota Lhokseumawe Irsyadi. S.Sos, seperti dilansir http://www.jurnalatjeh.com, Kamis 1 Januari 2015.

Saat razia di salah satu Caffe di kawasan KP3 diamankan 4 orang wanita dan 3 orang pria. Petugas juga menemukan sebotol Miras  dan kondom yang baru di pakai dilokasi tersebut. Sedangkan di Caffe Pulo Semadu Rancung diamankan 17 orang warga  terdiri dari 13 orang wanita dan dan 4 orang pria. Malah diantara para pria tersebut ditemukan waria atau bencong. “Mereka ditangkap saat sedang dugem di caffe tersebut, malah ada yang sampai bersembunyi dalam lemari untuk menghindari dari sergapan petugas,” ujarnya.

Pemko Lhokseumawe  mengatakan penegakan Syariat Islam di Kota Lhokseumawe harus didukung masyarakat supaya terwujud Kota Lhokseumawe yang Islami. “Khususnya bagi para orang tua  mari sama-sama kita mengawasi  dan  memperhatikan perkembangan pergaulan anak-anak kita  yang sudah beranjak remaja agar tidak terjuerumus kepada hal-hal yang negatif, karena di  tingkat keluargalah syariat Islam ini harus kita mulai terapkan,” pungkas Ka Satpol PP ini. [MUM|Jurnalaceh.com]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *