SIFC 2018 di Sabang: Bebas Miras, Narkoba Hingga Kehidupan Malam

Sabang, AP- Sabang International Freediving Competition (SIFC) 2018 sangat berbeda dengan sebelumnya, kali ini, ajang tersebut bebas minuman keras dan narkoba serta kehidupan malam, sehingga menjadi daya tarik utama bagi peserta freediving untuk berkonsentrasi pada pelatihan freediving. Informasi tersebut disampaikan pihak penyelenggara dalam rilis pers yag diterima Atjehpress.com, Jum’at, 2 November 2018.

Kejuaraan internasional selam tanpa menggunakan alat (scuba) tersebut akan digelar besok , persisnya di Teluk Balohan, Kota Sabang..Perhelatan akbar ni untuk yang kedua kalinya pasca Sail Sabang 2017.

Atraksi wisata ini akan menjadi momentum penting, tidak hanya untuk memperkenalkan Sabang khususnya dengan ragam pesona wisata bahari dan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegera ke Aceh, tapi juga momentum untuk menyampaikan pesan kepada wisatawan mancanegara bahwa Sabang tidak hanya dikenal luas sebagai destinasi wisata bahari, khususnya kegiatanwisata kapal pesiar (cruise) dan kapal layar (yacht), tapi juga spot terbaik untuk atraksi wisata freediving.

Sabang diperkirakan akan menjadi spot terbaik dunia untuk kegiatan freediving dengan berbagai faktor pendukung, pertama, Teluk Balohan memiliki kedalaman sekitar 143 meter dan sangat layak untuk kegiatan pelatihan freediving.

Selain itu, Sabang juga memiliki kedalaman dan keadaan laut yang tenang, Teluk Balohan juga aman dari tekanan arus kuat (Blue Holes). Keramahan masyarakat Sabang sebagai daya tarik wisatawanik lainnya juga menjadi daya tarik lainnya.

Ada hal tabu juga terjadi di kegiatan tersebut, yakni bebas minuman keras dan narkoba serta kehidupan malam, sehingga menjadi daya tarik utama bagi peserta freediving untuk berkonsentrasi pada pelatihan freediving. Sehingga , Sabang makin dikenal luas sebagai destinasi wisata bahari dunia, khususnya spot diving dunia, seperti Batee Gla, The Canyon, Batee Tokong, Pante Peunatong, Seulako Drift, Arus Balee, Taman Rubiah, Batee Meuronron, Wreck Sophie Rickmers, Batee Dua Gapang, Limbo Gapang, Vulcano Under Water, Lhong Angen, Batee Meuduro, Anoi Itam, Bak Kopra dan Wreck Tug Boat.

Sebagaimana diketahui, Sabang International Freediving Competition 2018 ke-2 Tahun 2018 dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata RI dan Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh bekerjasama dengan BPKS dan Pemerintah Kota Sabang melalui semangat branding “Wonderful Indonesia” dan “The Light of Aceh” yang semakin popular di kalangan wisatawan. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *