Soal Pantun Dukungan Ke Gubernur Zaini, Bupati Ruslan Salahkan Media

 Bupati-Bireuen-H-Ruslan-M-Daud-Memberi-Sambutan-Pada-Acara-Resepsi-Hardiknas-Aceh-2016-di-Bireuen [Ist]

Bupati-Bireuen-H-Ruslan-M-Daud-Memberi-Sambutan-Pada-Acara-Resepsi-Hardiknas-Aceh-2016-di-Bireuen [Ist]

Bireuen | AP- Bupati Bireuen, H. Ruslan M. Daud mengklarifikasi soal pantun dalam sambutannya pada acara resepsi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas 2016) di halaman Meuligoe Bireuen, Jumat (27/5/2016).Bupati Ruslan M. Daud dalam keterangannya kepada wartawan  Sabtu (28/5/2016) malam mengatakan, pantun candaan itu, diduga telah dipelesetkan dan dipolitisir oleh salah satu media online, yang seolah-olah dirinya telah menyatakan dukungannya kepada dr. Zaini Abdullah alias Abu Doto (Gubernur Aceh sekarang) sebagai bakal calon Gubernur Aceh mendatang.

Padahal, kata Ruslan, pantun tersebut bukan seperti itu dan bertolak belakang dengan isi yang disampaikan dan sangat bertolak belakang dengan isi yang ada dalam berita.

“Isi pantunnya itu telah ditambah-tambah dan tidak dikutip secara utuh sebagaimana diucapkannya. Sehingga, pengertiannya menjadi lain dan bukan lagi seperti yang dimaksudkannya,” jelas Ruslan.

Dalam berita yang dilansirkan salah satu medis online itu,. isi pantun Ruslan disebutkan, “Kalau ada pelita, untuk apa memakai lilin. Kalau ada Doto Zaini sebagai Gubernur kita, untuk apa memilih calon gubernur lain”.

Padahal, menurut Ruslan, isi pantun tersebut yang benar sebagaimana diucapkannya yaitu: “Untuk apa kita bakar lilin, kalau memang masih ada pelita. Untuk apa gubernur yang lain, kalau memang masih ada Abu
Doto kita”.

“Isi pantun tersebut yang benar ya begitu. Saya bisa membuktikan dan ada rekamannya. Makanya saya heran, kenapa yang ditulis di media itu sudah berubah, tidak lagi seperti yang saya sebutkan,” sesal Ruslan

Dia menduga, hal tersebut sengaja dipelesetkan dan dipolitisir, hanya untuk mengadudomba dirinya dengan Muzakir Manaf alias Mualem (Wakil Gubernur Aceh). Tujuannya, untuk merenggangkan hubungannya dengan Mualem yang selama ini sudah terjalin dengan baik. “Ujung-ujungnya, untuk kepentingan lawan politik,” curiganya.

Meski begitu, Ruslan meyakini, baik Abu Doto maupun Mualem, bukan orang yang mudah termakan fitnah atau hasutan oknum-oknum tidak bertanggungjawab, untuk kepentingan politik pihak lain.

“Kelihatan sekali pemberitaan tersebut untuk mempolemikkan saya dengan Mualem. Sebenarnya kalau media tersebut bekerja secara profesional, kenapa hal tersebut tidak dikonfirmasikan lagi kepada saya setelah acara itu selesai, terkait benar tidaknya saya mendukung Abu Doto. Apalagi, isi pantun itu bukan seperti yang saya ucapkan dan telah dipelintir media tersebut,” sesal Bupati Bireuen yang pernah dilaporkan terlibat ijazah palsu ini.

Disebutkan Ruslan, yang dimaksudkan dalam isi pantunnya itu adalah gubernur Aceh sekarangadalah Abu Doto, bukan gubernur yang lain. Dia mengaku, tidak pernah menyebut-nyebut, “Kalau ada Doto Zaini sebagai Gubernur kita, untuk apa memilih calon gubernur lain” sebagaimana dilansir salah satu media online di Aceh.Diakhir perkatanya Ruslan menambahkan bahwa dirinya tetap komitmen mendukung Muzzakir Manaf sebagai calon Gubernur dari Partai Aceh.”Dukungan terhadap Muzakir Manaf sebagai calon Gubernur Aceh periode 2017-2022 merupakan harga mati yang tidak ada tawar-menawar,” demikian tegas Bupati Bireuen. [TAG.]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *