Total Anggaran Bak Wudhu Musalla Kantor Bupati Bireuen Tak Jelas

Foto : Tingkat penyelesaian bangunan tempat wuduk dan toilet Mushalla Kantor Bupati Bireuen yang dibangun dengan dana sumbangan PNS Rp 400 juta. Tidak jelas berapa dana yang dibutuhkan untuk merampungkan bangunan ukuran 10 meter x 5 meter ini. Foto: BNC
Foto : Tingkat penyelesaian bangunan tempat wuduk dan toilet Mushalla Kantor Bupati Bireuen yang dibangun dengan dana sumbangan PNS Rp 400 juta. Tidak jelas berapa dana yang dibutuhkan untuk merampungkan bangunan ukuran 10 meter x 5 meter ini. Foto: BNC

BIREUEN|AP-Sejumlah kalangan dan Pegawai Kantor Pemerintahan Kabupaten Bireuen mulai mempertanyakan keseriusan Bupati dalam hal mengeluarkan beragam statement dalam mencetuskan rencana kegiatan. Dalam berbagai kesempatan seremonial, rencana program Ruslan turut diekspos kepada public melalui wartawan media kepercayaannya.

Segudang janji membangun untuk mensejahterakan warga di 609 desa yang dikoarkan diatas panggung kampanye jelang keberhasilannya menggantikan posisi Nurdin AR, hingga sudah tiga tahun masa kepemimpinan Harus Mudanya masih belum mampu membelai hati rakyat untuk merasa bangga kepadanya.

Senilai Rp 400 juta total sumbangan PNS yang terkumpul pada bulan Februari lalu sesuai arahan Bupati H Ruslan melali Kepala SKPK masing-masing untuk memburu waktu kesiapan pembangunan sarana tempat wuduk dan toilet Mushalla Kantor Bupati Bireuen hingga Jum`at 21 Agustus 2015 tingkat kesiapannya baru 50 %.

Padahal Bupati mengarahkan PNS menyumbang agar sarana tempat wuduk dan toilet ukuran sekitar 10 meter x 5 meter dimaksud untuk dapat digunakan pada Acara Maulid Akbar dua bulan setelah PNS Bireuen mengumpulkan sumbangannya.

Ironisnya, menurut Asisten Ekonomi pembangunan dan Keistimewaan Aceh Setdakab Bireuen Muhammad Yusuf SH mengambangnya pembangunan sarana tempat wuduk dan toilet Mushalla Kantor Bupati Bireuen karena belum cukupnya anggaran.

Ditanya berapa total anggaran yang diperlukan untuk kesiapan sarana bangunan lapisan dinding keramik dengan ukuran 10 meter x 5 meter, M Yusuf tidak bisa menjawab pasti. “Yang pasti dana yang terkumpul melalui saya sudah habis terpakai. Untuk kelanjutannya terserah bapak Bupati,” ujar Asisten II Bireuen kepada Bongkar News diruang kerjanya Jum’at 21 Agustus 2015.

Asisten Ekonomi pembangunan dan Keistimewaan Aceh Setdakab Bireuen Muhammad Yusuf SH. [BONGKARNEWS.COM]
Asisten Ekonomi pembangunan dan Keistimewaan Aceh Setdakab Bireuen Muhammad Yusuf SH. [BONGKARNEWS.COM]

Pembangunan sarana tempat ibadah berupa Mushalla dilingkungan Kantor Bupati Bireuen dimulai sejak satu tahun lalu. Sesuai dengan perencanaannya pembangunan Mushalla ini akan menghabiskan anggaran Rp 3 milyar yangbersumber dari APBK tahun 2014 Rp 1,5 milyar dan APBK 2015 sebesar Rp 1,5 milyar.

Tidak jelas apakah dalam gambar perencanaan anggaran Rp 3 milyar tersebut termasuk untuk pembangunan sarana tempat wuduk dan toilet. Yang pasti, Rp 400 juta sumbangan ikhlas PNS yang terkumpul bulan Februari 2015 lalu menurut Asisten II Muhammad Yusuf SH belumlah cukup untuk menyelesaikan bangunan tempat wuduk dan toilet Mushalla Kantor Bupati Bireuen.

Meski demikian adanya, Bupati Bireuen H Ruslan M Daud terus bergerak menyapa warga di seluruh pelosok kecamatan dengan mengusung program Gotong Royong juga kegiatan Safari Ramadan Pemkab, dua bulan lalu.

Menurut informasi yang diperoleh Bongkar News dari berbagai kalangan, walaupun Ruslan terlihat seru dalam merealisasi program yang dicetus, tapi masyarakat kian apatis untuk mengapresiasi sikap kepemimpinan beliau.

Beberapa program “mulia” menurut sang bupati seperti Gotong Royong dan Safari Ramadan, terkesan bias bagi warga untuk di applaus, terutama akibat kurangnya keterbukaan. Sumber dana Gotong Royong rutin pemkab ke kecamatan, serta kegiatan Safari Ramadan yang diawali acara seremonial seusai shalat ashar menggambarkan aksi yang dinilai warga tersalup tujuan bias.

Start kegiatan Safari Ramadan pemkab waktu shalat ashar berlajut acara temu ramah disetiap kecamatan Ramadan lalu, merupakan gebrakan yang terkesan menaikkan nilai tawar untuk sukses meraih tahta dalam pilkada bupati priode kali kedua, yang tahapannya akan dimulai bulan april 2016.
Padahal Faktanya, dalam sesi temu ramah pasca shalat ashar kegiatan Safari Ramadan disetiap kecamatan, Bupati Ruslan kembali menambah jumlah janji untuk masyarakat setempat. Merujuk kepada system perkiraan Aljabar, dalam bulan Ramadan lalu H Ruslan kembali menebar 34 janji kepada masyarakat Bireuen di 17 kecamatan.

Bagi sang bupati mungkin kalimat harapan yang telah disuarakan hal lumrah yang hanya untuk menambah catatan buku agenda SKPK terkait, namun bagi warga awam janji bupati tertulis dalam ingatan sampai tahap realisasi.

Salah satu janji Ruslan di Mesjid Al- Falah Kecamatan Samalnga di bulan Ramadan lalu, akan melakukan penertiban menyangkut pajak restribusi Galian C terhadap pengambilan material batu dan pasir di beberapa desa terusan sungai Bate Ie Liek. “Sampai sekarang belum ada tanda-tanda aka ada tindak lanjut dari janji dia,” demikian ucap Wahyu warga 60 Baro yang ikut serta mendengar janji bupati saat itu. (BONGKARNEWS.COM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *