ATJEH PRESS

ATJEH PRESS

RSUZA

Valentine Day, Remaja Thai Lebih Suka Berhubungan Seks

Valentine Day, Remaja Thai Lebih Suka Berhubungan Seks

Bangkok – Remaja, alias anak baru gede (ABG), Thailand diminta bhiksu untuk berfikir sebelum mengekspresikan “cinta” dengan pasangannya pada Hari Santo Valentino.

Remaja Thai

Remaja Thai

Nasihat itu disampaikan pada Kamis kemarin oleh Bhiksu Phra Wichit Tammaphon, saat kuilnya dan Kantor Budha Nasional sedang bersiap menyambut berbagai hari keagamaan yang disebut Macha Bucha, yang juga jatuh pada 14 Februari, tulis Bangkok Post, Jumat (14/2/2014).

Pesan semacam itu disampaikan setiap tahun, namum karena hari keagamaan Macha Bucha tahun ini bersamaan dengan Hari Santo Valentino, maka para bhiksu mengingatkan pada ajaran Budha.

Menjelaskan hari keagamaan itu sebagai “tahun mukjizat” saat romantisme membuncah bertemu dengan semangat keagamaan, Phra Wichit Thammapon mengatakan, “ remaja perlu berhati-hati sebelum menyatakan ‘cinta’ daripada nanti merepotkan orang tua mereka dan masyarakat”.

Bhiksu ini mengingatkan, yang dimaksud hati-hati adalah agar para remaja dalam mengekspresikan keintimannya tak selalu berakhir dengan berhubungan seks.

Banyak remaja yang harus melalui tahapan sulit saat mereka bukan kanak-kanak lagi tapi juga belum cukup besar untuk mengambil keputusan dewasa.Banyak yang kejadian pada Hari Santo Valentino yang menyebabkan remaja puteri menjadi berbadan dua.

Tapi survey terbaru membuktikan, sejumlah 1.300 responden ABG pria merasa tuli mendengar nasihat para bhiksu itu, tulis Bangkok Post. Sebanyak 31,7 persen responden bilang, Hari Santo Valentino adalah kesempatan baik untuk menyatakan cinta dengan cara berhubungan seks.

Mereka juga mengungkapkan, akan menekan pacar-pacar mereka untuk berhubungan seks. Jika tidak, sebanyak 20,6 persen responden ABG pria bilang, artinya mereka saling tidak mencintai.

Pada 14 Februari ini, sebanyak 27,3 persen responden bilang mereka akan berkencan dengan para pacar mereka, sementara sebanyak 24,6 persen cuma ingin membeli hadiah cokelat.

Hanya 18,2 persen responden di kalangan ABG itu berencana bakal pergi ke kuil dan ikut menyalakan lilin di malam hari.

Sementara di Malaysia, Majelis Agama Islam Selangor mengeluarkan fatwa, bahwa anak muda Muslim dilarang merayakan Hari Santo Valentino pada 14 Februari 2014.

“Keriaan ini lebih menekankan hubungan antara dua individu daripada cinta antaranggota keluarga atau pasangan yang sudah menikah,” tulis The New Straits Times, mengutip asisten mufti kepala Mat Jais Kamos, Jumat (14/2/2014).

Ilustrasi Penolakan Valentine Day

Ilustrasi Penolakan Valentine Day

Mat Jais tidak ingin ada muda-mudi Muslim yang ditangkap karena melanggar fatwa.

Sudah ribuan selebaran dibagikan di luar sebuah sekolah lanjutan di Shah Alam, kota dekat Kuala Lumpur, sesuai dengana ketentuan dewan fatwa negara bagian Selangor 2006.

Beberapa siswa terperanjat dengan selebaran berwarna merah jambu berjudul “Hukum Valentine’s Day (alias pedoman Hari Santo Valentino), tulis Malaysia Insider.

Selebaran itu menjadi bahan tertawaan para siswa. Mereka cekikikan setelah menerima selebaran. Mereka tahu risiko merayakan Hari Santo Valentino dan tahu apa alasan pelarangan itu.

Mohd Ibrahim Faiq Hussein, 17 tahun, yang mengatakan terkejut ada pejabat pemerintah mengingatkan aturan. Tapi ia tak pernah merayakan hari cinta-cintaan ini.

“Sebagian besar anak-anak sudah dikasih tahu di kelas kenapa merayakan Hari Santo Valentino itu haram. Melihat ada pejabat bicara soal haram kepada para siswa ya tentu saja aneh,” kata Mohd Ibrahim.

Nadia Amyra Azirudyn, 16, bilang, ia tidak melihat relevansi kampanye anti-Hari Santo Valentino karena sebagian besar teman-temannya yang Islam tidak merayakannya.

“Lebih baik dibicarakan di ceramah,” ujar Suhaidi Subeli,17 tahun, mengomentari kampanye itu. Hari Santo Valentino biasanya dirayakan anak-anak non-muslim.

Kabarnya selebaran merah jambu itu juga akan disebar di Universiti Teknologi Mara, juga di Selangor, tulis Malaysia Insider.

Ini bukan pertama kali Majelis Agama Islam Malaysia berkampanye menentang perayaan Hari Santo Valentino. Tahun lalu, Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim), didukung 250 relawan dari berbagai organisasi, meluncurkan kampanye “Hati-hati dengan Jebakan Hari Santo Valentino” di Kuala Lumpur.[INILAHCOM]

Tags: , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses